Libur Nataru, ASDP Minta Penumpang Datang Tepat Waktu

Masalah Kepadatan di Pelabuhan Saat Libur Panjang

Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa penumpukan kendaraan di pelabuhan utama seperti Merak dan Bakauheni merupakan masalah yang sering terjadi setiap tahun selama libur panjang, termasuk Natal dan Tahun Baru maupun mudik Lebaran. Menurutnya, kepadatan di akses menuju pelabuhan sebagian besar disebabkan oleh rendahnya kedisiplinan pengguna jasa.

Banyak pengemudi yang datang lebih awal, bahkan satu hari sebelum jadwal penyeberangan yang tercantum pada tiket, sehingga memicu antrean panjang di sekitar kawasan pelabuhan. Untuk itu, Heru mengimbau kepada para pengguna jasa agar datang sesuai dengan tanggal penyeberangan yang tercantum di tiket. Langkah ini penting untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan.

Selain fokus pada kedisiplinan penumpang, ASDP juga bekerja sama dengan PT Jasa Marga dalam memperbaiki tata kelola sistem tiket. Ke depan, tiket kendaraan yang akan menyeberang akan terintegrasi dengan pintu keluar tol menuju pelabuhan, sehingga arus kendaraan dapat dikendalikan sejak dari jalan tol.

ASDP juga mendorong Jasa Marga untuk menyiapkan beberapa rest area sebagai titik penyangga guna mengurai kepadatan di sekitar pelabuhan. Pada periode libur akhir tahun ini, Heru memprediksi lintasan Ketapang–Gilimanuk akan menjadi rute dengan tingkat kepadatan tertinggi. Ia menyebutkan bahwa setiap libur Natal dan Tahun Baru, arus kendaraan menuju Bali biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Prediksi Puncak Arus Penumpang dan Kendaraan

Sementara itu, Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse, memprediksi puncak arus penumpang dan kendaraan akan terjadi pada 20–24 Desember 2025. Untuk libur Tahun Baru, pergerakan tertinggi diperkirakan berlangsung pada 30–31 Desember 2025, sedangkan arus balik diproyeksikan memuncak pada 2–3 Januari 2026.

Rio menjelaskan bahwa ASDP telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran penyeberangan selama periode Nataru. Salah satunya adalah dengan mengoperasikan posko siaga di 15 cabang yang mencakup 15 lintasan utama di seluruh Indonesia. Selain itu, ASDP juga menambah armada pada lintasan dengan tingkat kepadatan tertinggi.

Pada rute Merak–Bakauheni, perusahaan menyiapkan lima kapal tambahan, sedangkan lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkuat dengan enam kapal tambahan. Pada hari puncak arus libur, daya angkut kendaraan kecil di lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan mencapai 31.039 unit per hari. Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, kapasitas layanan diproyeksikan mampu menampung hingga 15.215 kendaraan kecil per hari.

Proyeksi Kenaikan Jumlah Perjalanan dan Pengguna

Secara keseluruhan, Rio melanjutkan, kinerja angkutan Nataru 2025/2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan diproyeksikan tumbuh 5,4 persen, diikuti kenaikan penumpang sebesar 4,3 persen dan kendaraan sebesar 8,9 persen. Peningkatan paling signifikan diperkirakan terjadi pada kendaraan roda dua yang naik hingga 15,3 persen.

Selanjutnya, angkutan truk meningkat 7,4 persen, kendaraan kecil roda empat bertambah 5,9 persen, dan bus sekitar 5 persen. Berdasarkan proyeksi tersebut, total perjalanan selama periode Nataru diperkirakan mencapai 20.943 trip, dengan jumlah penumpang melampaui 547 ribu orang. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang diproyeksikan lebih dari 868 ribu unit. Rio menambahkan, kenaikan tersebut terjadi secara merata di 15 lintasan pantauan nasional yang dikelola ASDP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *