TOTL Mencatat Kontrak Baru Senilai Rp 5,33 Triliun di Awal Desember 2025
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp 5,33 triliun pada awal bulan Desember 2025. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa perusahaan sedang dalam proses peningkatan kinerja yang signifikan.
Untuk memperkuat posisi tersebut, Corporate Secretary TOTL, Anggie S Sidharta, menyatakan bahwa perusahaan akan terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan kas dan menjalankan proyek-proyek yang sedang berjalan. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam memilih kontrak baru, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pengelolaan risiko.
Anggie menyampaikan hal ini kepada media saat menghadiri acara yang diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan bagi perusahaan.
Di akhir tahun 2025, TOTL memiliki target pendapatan sebesar Rp 3,5 triliun dan laba bersih sekitar Rp 350 miliar. Target ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Menyongsong tahun 2026, Anggie menjelaskan bahwa TOTL akan tetap fokus pada bidang spesialisasinya, yaitu konstruksi bangunan. Khususnya, perusahaan akan terus berkembang dalam beberapa segmen seperti bangunan tinggi, komersial, utilitas, dan industri.
Meski demikian, Anggie mengakui bahwa tantangan-tantangan seperti ketidakpastian ekonomi dan politik baik global maupun domestik masih akan memengaruhi kinerja perusahaan di tahun depan. Namun, ia optimis bahwa TOTL dapat melewati tantangan tersebut melalui strategi yang telah dirancang.
Beberapa inisiatif strategis yang akan dilakukan oleh TOTL antara lain adalah menjaga kas tetap positif, meningkatkan efisiensi operasional, serta optimalisasi kinerja dan biaya operasional. Dengan langkah-langkah ini, TOTL berharap dapat mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa strategi utama yang akan diterapkan oleh TOTL:
- Pengelolaan Kas yang Efektif: Memastikan alur kas tetap positif untuk mendukung kebutuhan operasional dan investasi.
- Efisiensi Operasional: Mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.
- Optimalisasi Kinerja: Memaksimalkan potensi sumber daya dan kapasitas perusahaan.
- Manajemen Risiko: Memperkuat sistem pengelolaan risiko untuk menghadapi tantangan eksternal.
Dengan fokus pada pengembangan yang berkelanjutan dan penerapan strategi yang tepat, TOTL berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Tinggalkan Balasan