Gunung Ile Lewotolok Meletus Dua Kali, Bandara Ditutup

Aktivitas Erupsi Gunung Ile Lewotolok Terus Berlangsung

Gunung Ile Lewotolok, yang terletak di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin pagi, 22 September 2025. Dua kali aktivitas vulkanik tercatat dalam sehari, dengan letusan terbaru terjadi pada pukul 11.15 WITA. Letusan ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian 500 meter dari atas puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Syawaludin, menyampaikan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu tersebut bergerak ke arah barat. “Erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 16,6 mm dan durasi 59 detik,” jelasnya dalam laporan resmi untuk Badan Geologi.

Sebelumnya, pada pukul 07.22 WITA, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga meletus. Letusan pertama ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 300 meter dari permukaan kawah. Kolom abu kelabu tersebut condong ke arah barat. Gelombang seismik dari rekaman seismograf menunjukkan getaran maksimum letusan itu mencapai 17,9 millimeter dengan durasi 78 detik.

Aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok memberikan dampak terhadap operasional bandara dan jalur penerbangan. Sebaran abu vulkanik mengarah ke area bandara atau jalur lintasan pesawat, sehingga menyebabkan penundaan atau pembatalan jadwal penerbangan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priadi Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa Bandara Wunopito Lewoleba yang berada di Nubatukan, Kabupaten Lembata, telah berhenti beroperasi akibat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok. “Bandara sudah tutup sejak awal September karena erupsi Lewotolok,” ujarnya pada Senin, 22 September 2025.

Saat ini, Gunung Ile Lewotolok berada dalam status Siaga atau Level III. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung untuk tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya dari guguran atau longsoran lava serta awan panas dari sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ile Lewotolok. Suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi. PVMBG menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi kondisi alam yang dinamis.

Beberapa langkah mitigasi dan pengawasan terus dilakukan oleh instansi terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kestabilan lingkungan sekitar. Informasi terkini tentang aktivitas gunung api akan terus diberikan melalui saluran resmi agar masyarakat dapat merespons secara tepat dan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *