Hujan deras di Bali, data BMKG terkini

Banjir Parah Melanda Bali Selatan

Beberapa wilayah di Bali Selatan dilaporkan mengalami banjir yang luas dan parah pada Minggu dinihari, 14 Desember 2025. Kejadian ini terjadi setelah hujan intensitas tinggi kembali mengguyur pulau tersebut. Banjir menimpa berbagai titik penting seperti Sunset Road, Denpasar, serta Kerobokan, Badung.

Dalam beberapa video yang beredar, terlihat kondisi banjir yang meluas dan masih terjadi meski hujan belum sepenuhnya reda. Video lainnya juga menunjukkan banjir besar yang menggenangi area Kerobokan, Badung. Hal ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi meliputi beberapa daerah di Bali.

Curah Hujan Tinggi Mengakibatkan Banjir

Data dari Balai Besar Meteorologi dan Klimatologi Denpasar menunjukkan bahwa curah hujan di Bali pada Sabtu, 13 Desember 2025, mencapai tingkat sangat lebat, yaitu antara 100-150 mm per hari. Pengukuran oleh Stasiun Geofisika Sanglah di Denpasar mencatatkan angka sebesar 109,8 mm.

Beberapa wilayah lain mencatatkan curah hujan dengan intensitas sedang, seperti di Stasiun Klimatologi Negara. Sementara itu, beberapa daerah lainnya melaporkan hujan ringan. Meskipun demikian, cuaca hujan masih berlanjut hingga Ahad, 14 Desember 2025, dengan intensitas hujan yang lebih merata dibandingkan hari sebelumnya.

Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, yang sebelumnya mencatatkan curah hujan ringan, melaporkan intensitas hujan sebesar 92,9 mm (kategori hujan lebat) pada Ahad. Sementara itu, Stasiun Geofisika Sanglah, Pos Kahang-kahang (Karangasem), dan Stasiun Klimatologi Negara mencatatkan curah hujan sedang masing-masing dengan angka 37,5; 47,6; dan 32,0 mm.

Korban Jiwa dalam Banjir Bali

Banjir yang kembali terjadi di Bali Selatan menyebabkan korban jiwa. Seorang warga negara asing ditemukan tewas di bawah jembatan jalan menuju Canggu Pertiwi, Kuta Utara, Badung, pada Minggu pagi. Korban diduga sebelumnya menerobos banjir sambil berkendara sepeda motor di Jalan Krisnantara saat hujan deras melanda daerah tersebut dinihari.

“Posisi korban tersangkut di antara dinding jembatan dan sela kayu yang tersangkut di bawah jembatan tersebut,” kata Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu.

Riwayat Bencana Banjir di Bali

Sebelumnya, banjir besar melanda Bali pada 10 September lalu. Saat itu, hujan yang turun tergolong ekstrem dan memicu berbagai bencana. Perubahan fungsi lahan pertanian di pulau tersebut akibat perkembangan pariwisata yang tidak terkendali menjadi salah satu faktor penyebab kejadian tersebut.

Bencana alam ini kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah akan pentingnya mitigasi bencana serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Dengan cuaca yang semakin tidak menentu, langkah-langkah preventif harus terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *