Desain yang Berani dan Keterlibatan Budaya di Selfridges Birmingham
Gaya hidup urban yang semakin konsumtif membuat akses ke pusat-pusat perbelanjaan menjadi kebutuhan sehari-hari. Di berbagai kota besar, bangunan ritel saling bersaing tidak hanya dalam hal kelengkapan barang, tetapi juga dalam daya tarik visual. Persaingan ini mendorong para pengusaha dan arsitek untuk menciptakan desain yang mampu menarik perhatian sejak pandangan pertama. Dalam konteks inilah, Selfridges Birmingham dibangun sebagai sebuah pernyataan desain yang berani dan unik.
Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga menjadi ikon arsitektur yang dikenal di kota Birmingham, Inggris. Berikut beberapa fakta menarik tentang Selfridges Birmingham:
1. Desain Kontras dengan Lingkungan Sekitar
Selfridges Birmingham dirancang untuk tampil kontras dengan bangunan-bangunan sekitarnya. Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan ulang kawasan Bullring yang dimulai pada tahun 2003. Desainnya ditangani oleh firma arsitektur Future Systems yang terkenal dengan pendekatan eksperimental dan inovatif. Keberadaannya langsung mencuri perhatian publik karena penampilannya yang tak biasa.
2. Terinspirasi dari Gaun Metalik Paco Rabanne
Desain Selfridges Birmingham terinspirasi dari estetika gaun metalik cakram karya perancang busana Paco Rabanne. Gaun tersebut mencerminkan pendekatan futuristik khas Rabanne pada era 1960-an, ketika dunia fesyen mulai bereksperimen dengan material nonkonvensional. Bahkan, gaun ini pernah dikenakan oleh Audrey Hepburn dalam film Two for the Road (1967). Estetika ini kemudian diwujudkan dalam bentuk arsitektur, dengan fasad yang menyerupai permukaan kain berkilau.
3. Fasad Lengkung dengan Ribuan Cakram Aluminium
Fasad Selfridges Birmingham dilapisi sekitar 15.000 cakram aluminium anodized yang dipasang di atas permukaan biru tua. Teknik beton semprot digunakan bersama struktur rangka baja untuk membentuk permukaan melengkung tanpa sudut tajam. Setiap cakram memiliki diameter sekitar 660 milimeter, menciptakan efek visual yang berubah-ubah tergantung cahaya dan sudut pandang. Detail ini menjadikan bangunan mudah dikenali dan sering menjadi latar foto kota.
4. Masalah Kebocoran yang Rumit
Pada awalnya, Selfridges Birmingham menghadapi masalah kebocoran akibat perubahan suhu dan kompleksitas sistem fasadnya. Perbaikan tidak bisa dilakukan secara sederhana karena struktur bangunan terdiri dari banyak lapisan dan elemen individual. Proses perbaikan melibatkan pembangunan scaffolding besar dan penurunan ribuan cakram aluminium satu per satu, yang kemudian dikode dan dicatat posisinya agar bisa dipasang kembali secara presisi. Meski rumit, renovasi ini berhasil mempertahankan tampilan ikonik bangunan.
5. Gaya Arsitektur Blob yang Menjadi Ikone
Selfridges Birmingham sering dikaitkan dengan gaya arsitektur blob, yaitu gaya yang menggunakan bentuk organik dan mengalir serta menolak geometri kaku. Pendekatan ini jarang ditemukan pada bangunan ritel berskala besar. Kehadirannya membuat Selfridges Birmingham menjadi ikon arsitektur kontemporer Birmingham, menunjukkan bahwa bangunan komersial pun bisa memiliki nilai artistik yang kuat.
Selfridges Birmingham membuktikan bahwa arsitektur ritel dapat melampaui fungsi dasarnya. Bangunan ini memadukan inspirasi dari dunia mode, eksperimen struktural, dan identitas visual yang berani. Meskipun sempat menghadapi tantangan teknis, Selfridges Birmingham tetap bertahan sebagai simbol transformasi urban kota. Ia bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga representasi pertemuan antara arsitektur, mode, dan budaya visual modern.
Berikut adalah beberapa museum unik yang bisa dikunjungi di pusat kota Bangkok, termasuk yang gratis. Selain itu, ada juga 5 museum unik yang wajib dikunjungi di New Jersey yang sangat mengedukasi.
Tinggalkan Balasan