Teknologi Surya dan Aerasi Otomatis Tingkatkan Produksi Perikanan Ancol II

Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi di Ciamis

Program pengabdian masyarakat yang berbasis teknologi terapan telah berhasil meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan di dua kelompok perikanan di Kelurahan Ancol II, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Inisiatif ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Dengan dukungan pendanaan hibah BIMA Kemdiktisaintek, program ini berhasil menerapkan sistem energi surya dan kontrol aerasi otomatis pada enam kolam budidaya.

Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi Usaha Perikanan

Teknologi yang diterapkan membantu menurunkan biaya listrik yang biasanya menjadi beban berat bagi para pembudidaya ikan. Selain itu, sistem aerasi otomatis memberikan stabilitas yang lebih baik dalam menjaga kualitas air, sehingga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha perikanan secara lebih efisien dan mandiri.

Ketua Tim Pengabdian, Firmansyah Maulana Sugiartana Nursuwars, menyampaikan rasa terima kasih kepada BIMA Kemdiktisaintek yang memberikan kepercayaan dan dukungan pendanaan. Ia menilai bahwa hibah ini memberikan peluang besar untuk menghadirkan teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan oleh kelompok perikanan di tingkat akar rumput.

“Tanpa dukungan BIMA, program ini tidak akan dapat berjalan dengan cakupan sekomprehensif ini,” ujar Firmansyah, yang didampingi anggota Nurul Hiron dan Nisa Noor Wahid.

Partisipasi Mahasiswa dan Kerja Sama dengan Pemerintah Setempat

Tim pengabdian juga didukung oleh 20 orang mahasiswa dari berbagai program studi yang dikoordinir oleh Elga Herdiana Putra. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Ancol II dan masyarakat yang terlibat aktif sejak awal pelaksanaan kegiatan.

Ketua Kelurahan Ancol II, Mualim Jama Lidinilah, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Ia merasa sangat terbantu dengan hadirnya teknologi energi surya dan sistem aerasi otomatis.

“Kelompok perikanan di wilayah kami sejak dulu menghadapi tantangan biaya listrik tinggi dan gangguan aerasi saat pemadaman. Sekarang kondisi itu jauh lebih terkendali. Kami sangat berterima kasih kepada tim kampus dan khususnya kepada BIMA Kemdiktisaintek yang sudah membawa program ini ke masyarakat kami,” ujar Mualim.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi warga untuk semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam usaha perikanan.

“Masyarakat menjadi lebih percaya diri karena merasakan langsung manfaatnya. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kemandirian energi dan produktivitas perikanan di wilayah kami,” tuturnya.

Harapan untuk Kolaborasi yang Berkelanjutan

Tim pengabdian berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model replikasi bagi wilayah lain di Kabupaten Ciamis. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah lokal, dan lembaga pendanaan nasional, inovasi teknologi sederhana namun berdampak besar seperti ini diharapkan dapat semakin banyak diterapkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk replikasi meliputi:

  • Penyebaran teknologi energi surya di area dengan akses listrik terbatas.
  • Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan teknologi dalam usaha tani atau perikanan.
  • Pembentukan komunitas teknologi yang berkelanjutan dan saling mendukung.

Dengan inisiatif seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan dalam menjalankan usaha mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *