Pengukuhan Kepengurusan Federasi Barongsai Kuningan

Pengukuhan Kepengurusan Baru FOBI Kabupaten Kuningan

Pengukuhan kepengurusan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kuningan telah resmi dilakukan. Acara tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan pada Senin, 15 Desember 2025. Pada kesempatan ini, hadir berbagai pihak penting seperti Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar, jajaran Forkopimda, pengurus KONI Kabupaten Kuningan, serta tamu undangan dari berbagai cabang olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terbentuknya FOBI di wilayahnya. Ia menilai bahwa kehadiran barongsai sebagai cabang olahraga memberikan warna baru dalam dunia olahraga. Menurut Dian, barongsai tidak hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga memiliki unsur budaya dan prestasi yang kini diakui secara resmi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi amanah besar bagi pengurus FOBI. Dian meminta agar FOBI mampu membangun pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, termasuk melibatkan generasi muda sejak usia dini. Ia juga menantang pengurus baru untuk segera bergerak cepat dengan menggelar kompetisi, salah satunya melalui Piala Bupati Kuningan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat masyarakat dan menjaring bibit atlet potensial.

Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah pengembangan olahraga barongsai. Hal ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inisiatif baru ini.

Sejarah Baru dalam Olahraga Barongsai

Ketua FOBI Kabupaten Kuningan Arief Komara menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi olahraga barongsai di wilayahnya. Ia mengakui tugas yang diemban oleh jajarannya tidak mudah, karena FOBI Kuningan harus segera bersiap menghadapi agenda besar yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan diselenggarakan di Bekasi.

Arief menyatakan bahwa fokus utama FOBI Kuningan adalah pendataan klub, pembinaan atlet, pelatih, wasit, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, sekolah, dan komunitas seni budaya. Ia menambahkan bahwa filosofi barongsai yang mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, keberanian, dan sportivitas sangat relevan dalam pembinaan karakter generasi muda di Kuningan.

Inklusivitas Barongsai dalam Olahraga Nasional

Sementara itu, Ketua FOBI Jawa Barat Djoni Toat Muljadi menegaskan bahwa barongsai adalah olahraga yang inklusif. Ia menekankan bahwa barongsai adalah milik seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang suku atau budaya. Djoni optimistis melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Kuningan dalam pengembangan olahraga ini.

Ia menyebut bahwa barongsai sudah masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional (PON). Di PON 2024, barongsai telah dipertandingkan dan akan kembali dipertandingkan pada PON berikutnya. Dukungan penuh dari pemerintah daerah seperti di Kuningan menjadi modal penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

FOBI Kabupaten Kuningan kini memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan olahraga barongsai. Dengan peran strategis dalam Porprov 2026 dan partisipasi di ajang nasional, FOBI perlu memastikan adanya pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Selain itu, kolaborasi antara FOBI dengan berbagai pihak seperti KONI, sekolah, dan komunitas seni budaya menjadi kunci dalam memperkuat dasar olahraga ini. Dengan kontribusi yang signifikan, barongsai dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari olahraga nasional.

Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, FOBI Kuningan siap menjadi penggerak utama dalam memajukan olahraga barongsai di wilayahnya dan sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *