Penggunaan Spion Retractable di Mobil
Penggunaan spion retract atau retractable sudah menjadi hal yang biasa dalam banyak mobil. Sistem spion ini memungkinkan pengemudi untuk membuka dan menutup spion secara otomatis hanya dengan menekan tombol yang terdapat di door trim. Model spion ini sangat membantu ketika melewati jalan sempit atau berpapasan dengan kendaraan lain yang membutuhkan penutupan spion.
Namun, seiring berjalannya waktu, bagian saklar pada spion bisa mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan spion tidak dapat dibuka atau ditutup sesuai keinginan. Kondisi ini sering kali membuat pemilik kendaraan merasa kerepotan.
Menurut Ikin Sodikin, pemilik bengkel Spion Beton di Pasar Otomotif Duren Sawit, Jakarta Timur, keluhan tentang kerusakan pada bagian saklar ini cukup umum. “Banyak yang datang mengeluhkan masalah ini. Jika masih bisa diperbaiki, kami akan memperbaikinya. Jika tidak, maka akan diganti dengan yang baru,” ujarnya.
Kerusakan pada saklar spion biasanya disebabkan oleh korosi di bagian dalam atau masalah pada soket. “Biasanya, kerusakannya terjadi karena bagian dalam sudah korosi sehingga tidak terhubung atau soket yang bermasalah,” tambah Ikin.
Proses perbaikan untuk mengatasi masalah ini tidak memakan waktu lama, sekitar satu jam saja. Biaya perbaikan juga relatif terjangkau. Untuk mobil seperti Toyota Avanza, Innova, atau HR-V, biaya perbaikan saklar spion hanya sekitar Rp 75 ribu. Jika memilih mengganti saklar baru, seperti pada Avanza, harganya berkisar antara Rp 150 ribuan.
Masalah pada saklar spion retract umumnya disebabkan oleh usia pakai atau pernah tersiram air yang menyebabkan karat di bagian dalam. “Jarang sekali kerusakan terjadi karena korsleting arus listrik. Kebanyakan disebabkan oleh faktor usia,” jelas Ikin.
Dengan demikian, servis dan perbaikan pada saklar spion retract di bengkel bisa menjadi solusi efektif bagi pemilik kendaraan yang mengalami masalah tersebut. Prosesnya cepat, biayanya terjangkau, dan hasilnya bisa memberikan kenyamanan saat berkendara.
Tinggalkan Balasan