Bocah 10 Tahun yang Viral Karena Menangkap Banyak Ular
Seorang anak berusia 10 tahun bernama Dika kini menjadi perhatian banyak orang setelah videonya menangkap ular dengan jumlah besar viral di media sosial. Dika berasal dari Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia diketahui telah melakukan aktivitas ini selama setahun terakhir.
Awalnya, Dika sedang mencari belut di sawah. Namun, alih-alih mendapatkan belut, ia justru menemukan ular belang. Keberaniannya dalam menangkap ular ini membuat banyak orang terkesan. Meski begitu, keberanian itu bukan tanpa risiko. Dika mengaku tidak takut dengan gigitan ular, meskipun ia sudah sering digigit di bagian telinga, kaki, dan tangan. Namun, ia mengatakan bahwa gigitan tersebut tidak menyebabkan rasa sakit yang parah atau lebam.
Meski mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, hal itu tidak membuat Dika berhenti menangkap ular. Setiap hari Minggu, ia bisa menangkap hingga empat ekor ular. Ular-ular tersebut biasanya ditemukan di dekat rumahnya di sawah. Dika mengaku tidak tahu pasti jenis ular apa yang ditangkapnya, namun ia memahami jenis-jenis ular yang berbahaya seperti kobra dan weling. Ia juga diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak menangkap ular beracun karena sangat berisiko.
Ibu Dika, Reka Noviyanti (25), mengaku khawatir dengan kebiasaan anak sulungnya tersebut. Pada awalnya, ia sering memarahi Dika agar tidak menangkap ular lagi. Bahkan, ia sempat melarang anaknya untuk berhenti menangkap ular. Namun, karena ketertarikan Dika yang sangat besar terhadap ular, Reka hanya bisa memberinya peringatan agar tetap waspada.
Dika dikenal sebagai anak yang suka bermain di luar rumah dibandingkan bermain gawai. Ia tidak hanya menangkap ular, tetapi juga biawak dan jenis reptil lainnya. Padahal, tidak ada anggota keluarganya yang bisa menangkap ular. Semua orang di sekitarnya takut pada ular, tetapi Dika mampu melakukannya.
Reka mengatakan bahwa Dika memiliki cita-cita menjadi pawang ular. Kecintaannya terhadap ular membuatnya mendapat julukan “Dika Oray” (Dika Ular). Namun, Reka berharap kejadian viral ini menjadi titik balik yang baik bagi Dika. Terlebih, saat ini Dika sudah putus sekolah sejak usianya masih delapan tahun.
Menurut Reka, Dika seharusnya naik kelas 5, tetapi saat ini hanya duduk di kelas 4. Ia putus sekolah sejak kelas 3. Reka berharap Dika bisa kembali bersekolah dan berhenti menangkap ular karena khawatir akan bahaya yang mungkin terjadi.
Setelah viral, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, mengundang Dika ke kediamannya. Dalam postingan Instagramnya, Dedi menunjukkan momen bersama Dika, Reka Noviyanti, dan seorang tetangga yang kerap membuat konten tentang bocah ini. Saat bertemu, Dedi mengetahui bahwa Dika putus sekolah karena menjadi korban perundungan. Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi kemudian meminta Dika agar bisa kembali bersekolah.
Selain itu, Dedi juga menanyakan keberadaan ayah Dika. Reka menjawab bahwa suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Dengan adanya undangan dari Gubernur Jawa Barat, semoga Dika dapat kembali mengejar pendidikannya dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Tinggalkan Balasan