Pemimpin Muda dan Olahraga Indonesia Berikan Dukungan Penuh untuk Atlet Para di ASEAN Para Games 2026
Sebanyak 290 atlet Indonesia yang akan bertanding dalam ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara, ASEAN Para Games 2026, dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. Ajang bergengsi ini akan berlangsung pada 20–26 Januari 2026 di Thailand. Seremoni pelepasan dilaksanakan di Pendapa Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Erick Thohir menyampaikan target kontingen Indonesia meraih 82 medali emas dan finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Ia mengatakan bahwa persaingan akan sangat ketat, terutama dari Thailand sebagai tuan rumah serta negara-negara lain seperti Vietnam dan Malaysia. “Kami menargetkan hasil optimal dengan raihan 82 emas. Persaingan akan ketat, terutama dari Thailand sebagai tuan rumah, juga Vietnam dan Malaysia,” ujarnya seusai acara.
Erick menekankan bahwa para atlet yang bertanding di ASEAN Para Games tidak hanya membawa misi prestasi, tetapi juga berperan sebagai duta bangsa. Menurutnya, perjuangan atlet para mencerminkan karakter, semangat, dan martabat Indonesia di level internasional. “Ini sebuah kehormatan bagi saya bisa melepas para pejuang bangsa. Atlet adalah duta yang menunjukkan jati diri Indonesia,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam meraih prestasi. Erick menilai capaian atlet para Indonesia selama ini lahir dari latihan yang disiplin dan komitmen jangka panjang. Dalam beberapa ajang multi-event regional, Indonesia sering kali menduduki peringkat satu atau dua. “Tantangan di Thailand pasti besar, tapi jangan gentar. Kita berjuang dulu dan buktikan kemampuan kita,” katanya.
Selain itu, Erick memastikan pemerintah tetap memberikan bonus prestasi seperti pada ajang internasional sebelumnya. Atlet peraih medali emas akan menerima bonus sebesar Rp 1 miliar per atlet sesuai arahan Presiden RI. Selain bonus, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menjalankan program literasi keuangan bagi atlet. Program ini bertujuan agar bonus dan penghasilan atlet dapat dikelola secara bijak, tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai tabungan, investasi, dan bekal masa depan setelah pensiun dari olahraga.
Erick menambahkan bahwa pemerintah terus meningkatkan dukungan bagi atlet para, termasuk fasilitas latihan, pendampingan psikologis, dan sarana pendukung lainnya. “Kami ingin para atlet bisa fokus berlatih dan bertanding, sementara aspek pengelolaan bonus dan masa depan mereka tetap terjamin,” kata dia.
Dengan persiapan yang matang, pemerintah berharap Indonesia dapat mempertahankan tradisi prestasi di ASEAN Para Games sekaligus memperkuat semangat juang atlet para Indonesia di tingkat regional. Dukungan penuh dari pemerintah dan komunitas olahraga diharapkan menjadi fondasi kuat bagi atlet para dalam meraih prestasi gemilang di ajang internasional.
Tinggalkan Balasan