Banjir Mengancam Muria, Wagub: Perlu Strategi Cuaca

Upaya Rekayasa Cuaca untuk Mengatasi Bencana di Sekitar Pegunungan Muria

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan bahwa diperlukan rekayasa cuaca sebagai langkah penanggulangan terhadap banjir dan tanah longsor yang terjadi di sekitar Pegunungan Muria. Peristiwa bencana ini menimpa tiga kabupaten yaitu Kudus, Jepara, dan Pati sejak Jumat, 9 Januari 2026.

Selama empat hari berturut-turut tidak ada matahari, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempertimbangkan kebutuhan adanya rekayasa cuaca. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taj Yasin saat melakukan inspeksi di ketiga daerah tersebut pada Selasa, 13 Januari 2026.

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di lereng Pegunungan Muria, sementara di wilayah hilir banjir menggenangi pemukiman warga, lahan pertanian, serta Jalur Pantai Utara. Kejadian ini menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap masyarakat setempat.

Di Kabupaten Kudus, banjir dan tanah longsor menyebabkan tiga korban meninggal dunia. Dua dari korban meninggal terseret arus banjir, sedangkan satu lainnya tertimbun material tanah longsor. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mencatat sebanyak 23 kejadian banjir dan 22 longsor. Akibatnya, 65 rumah rusak dan 692 hektare lahan pertanian terdampak.

Akses menuju salah satu desa di Kabupaten Jepara sempat terputus akibat banjir yang menerjang jalan. Puluhan longsor juga terjadi di jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Banjir dan longsor menyebabkan jaringan listrik di wilayah tersebut putus.

Banyak rumah warga di desa tertinggi di Jepara mengalami kerusakan akibat banjir dan tertimbun tanah longsor. Salah satu tempat penggilingan kopi hanyut terbawa banjir. Bahkan, kopi seberat 5 ton turut terbawa dari lokasi penggilingan tersebut.

Di Kabupaten Pati, banjir melanda 59 desa di 15 kecamatan. Satu warga dari Desa Perdopo, Kecamatan Gunungwungkal, hanyut dan hingga kini belum ditemukan. Tanah longsor juga terjadi di 10 desa di tiga kecamatan dengan total sekitar 121 lokasi. Sebanyak 20 rumah terdampak, serta sekitar 80 keluarga atau 264 jiwa mengalami dampak langsung. Satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

Langkah Penanggulangan dan Pemulihan

Dalam rangka pemulihan, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait. Termasuk dalam hal ini adalah koordinasi antar lembaga untuk memastikan distribusi bantuan serta perbaikan infrastruktur yang rusak. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kembali.

Rekayasa cuaca menjadi salah satu strategi penting yang diperlukan guna mengurangi risiko bencana di masa depan. Hal ini akan membantu mengendalikan curah hujan dan mencegah terjadinya banjir yang berkepanjangan. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *