Pesawat TNI AU yang Lama Tak Terbang Kini Siap Terbang Lagi

Proses Restorasi Pesawat CN235-100M untuk Kembali Beroperasi

PTDI (Perusahaan Teknologi Dirgantara Indonesia) telah menyelesaikan proses restorasi satu unit pesawat CN235-100M generasi pertama yang diproduksi pada tahun 1994. Pesawat ini sebelumnya tidak dioperasikan oleh TNI AU selama bertahun-tahun. Proses restorasi ini disebut sebagai mid-life upgrade karena tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat yang sebelumnya berstatus tidak layak, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, keandalan, serta kompatibilitas sistem pesawat dengan kebutuhan operasi saat ini.

Pengembalian pesawat ini dilakukan melalui seremoni di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung, pada Jumat, 9 Januari 2026. Sebelumnya, proses restorasi pesawat CN235 bekas yang digunakan sebagai pesawat angkut taktis TNI AU memakan waktu selama 1,5 tahun. Dalam pernyataannya, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menjelaskan bahwa restorasi mencakup beberapa tahapan penting seperti:

  • Basic inspection atau pemeriksaan dasar
  • Perpanjangan usia struktur pesawat
  • Pembaruan sistem avionik
  • Rewiring atau penggantian kabel listrik
  • Pengecatan ulang eksterior
  • Refurbishment interior

Dena menyatakan bahwa strategi restorasi yang diterapkan PTDI adalah melakukan mid-life upgrade pada sistem avionik dan kelistrikan, sementara struktur dan sistem utama pesawat tetap dipertahankan karena masih layak. Fokus utama dalam pengerjaan mencakup konversi digital cockpit baru, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru, peningkatan situational awareness, serta interoperabilitas dengan sistem komunikasi militer.

Tujuan dari restorasi ini adalah untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keandalan pesawat sebelum kembali dioperasikan oleh TNI AU. Pesawat CN235-100M A-2305 rencananya akan dioperasikan kembali sebagai pesawat dengan platform angkut taktis. Selain untuk mendukung operasi militer, pesawat ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pesawat telah mendapatkan Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026 dan customer acceptance pada 8 Januari 2026. Dalam pernyataannya, Komandan Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau), Marsekal Muda Suryanto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program restorasi pesawat CN235-100M A-2305. Ia berharap restorasi ini dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua.

Selain itu, keberadaan pesawat ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional TNI AU, mengingat keterbatasan alutsista Skadron Udara 27. Dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan operasional, pesawat CN235-100M diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai misi, baik secara militer maupun non-militer. Proses restorasi ini juga menjadi bukti komitmen PTDI dalam menjaga kualitas dan keandalan pesawat udara nasional, serta meningkatkan daya saing industri dirgantara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *