Cuaca Buruk Mengakibatkan Dua Penerbangan Tujuan Palu Diarahkan ke Balikpapan
Cuaca buruk yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, memicu pengalihan dua penerbangan tujuan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (11/1/2026), dan mengakibatkan pesawat dari dua maskapai berbeda harus mencari alternatif tempat mendarat.
Pesawat Wings Air Terpaksa Mendarat di Balikpapan
Salah satu pesawat yang dialihkan adalah pesawat milik Wings Air dengan rute Bandara Maleo Morowali menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 08.51 WITA dan dijadwalkan tiba di Palu pada pukul 09.55 WITA. Namun, setelah memasuki wilayah udara Kota Palu, pesawat sempat melakukan empat kali putaran di atas Teluk Palu sebelum akhirnya memutuskan untuk mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan.
Pesawat Wings Air yang terlibat memiliki jenis ATR 72-500 dengan call sign WON1334 dan registrasi PK-WFS. Meskipun awalnya direncanakan untuk mendarat di Palu, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan membuat pilot memilih opsi aman.
Pesawat Super Air Jet Juga Diarahkan ke Balikpapan
Selain pesawat Wings Air, pesawat Super Air Jet juga terpaksa dialihkan ke Balikpapan. Pesawat dengan rute Surabaya-Palu berangkat pada pukul 07.43 WITA dan dijadwalkan tiba di Palu pada pukul 09.56 WITA. Jenis pesawat yang digunakan adalah Airbus A320-232 dengan nomor registrasi A320 (PK-SAS) dan call sign SJV254.
Pesawat Super Air Jet sempat melakukan satu kali putaran di atas Teluk Palu pada ketinggian 12.975 kaki. Setelah itu, pesawat mencoba mendekati landasan pacu Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu yang panjangnya 2.300 kaki. Namun, akhirnya pesawat memutuskan untuk melakukan go around dan kembali mengarah ke Balikpapan.
Alasan Pengalihan Penerbangan
Hermawan, Humas Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, menjelaskan bahwa pengalihan penerbangan dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat. “Divert ke BPN,” ujarnya.
Dalam dunia aviasi, pengambilan keputusan seperti ini merupakan langkah wajib ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk pendaratan. Pilot memilih untuk tidak mengambil risiko, terlebih ketika hujan deras disertai angin kencang menghiasi langit Kota Palu.
Kondisi Cuaca yang Mengganggu
Sejak pukul 05.15 WITA, Kota Palu diguyur hujan deras dan angin kencang. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 12.40 WITA, hujan masih belum reda. Kondisi ini menjadi alasan utama bagi para pilot untuk memilih alternatif bandara lain agar bisa mendarat dengan aman.
Pengalihan penerbangan ini menunjukkan betapa pentingnya pemantauan cuaca dalam operasional penerbangan. Kepastian keamanan dan kenyamanan penumpang selalu menjadi prioritas utama dalam industri penerbangan.
Tinggalkan Balasan