Cuaca Ekstrem Hancurkan Bali, Meru Tumpang 9 Terbakar Akibat Petir

Cuaca Buruk di Bali Akibatkan Meru Tumpang Sembilan di Pura Agung Besakih Terbakar

Cuaca buruk masih terjadi di wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem. Hujan deras dengan intensitas ringan hingga lebat, angin kencang serta sambaran petir masih sering terjadi. Hal ini mengakibatkan beberapa lokasi di Bali mengalami gangguan dan kerugian.

Pada hari Minggu (11/1), kejadian yang mengejutkan terjadi di Pura Pedharman Arya Gajah Pare di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem. Sambaran petir menyambar meru tumpang sembilan yang berada di kompleks pura tersebut. Kejadian ini terjadi pada pukul 14.00 WITA, seperti yang terlihat dalam rekaman video yang beredar.

Dalam sekejap, api langsung membesar dan membakar atap meru yang terbuat dari bahan-bahan seperti ijuk dan material lain yang mudah terbakar. Selain meru tumpang sembilan, pelinggih Menjangan Seluang yang berada di dekat bangunan tersebut juga ikut terbakar.

Bangunan meru yang terbakar tersebut baru saja dibangun pada Agustus 2025 lalu. Namun, karena proses pembangunan Pura Pedharman masih berlangsung, belum ada upacara yang dilakukan untuk meresmikan bangunan tersebut.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa sebelum insiden terjadi, hujan deras mengguyur wilayah Bali, termasuk Rendang, Karangasem. Hujan disertai petir terus-menerus turun. Tiba-tiba, api muncul dan langsung menyambar bangunan meru tumpang sembilan.

Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiarta mengonfirmasi kejadian tersebut kepada awak media. Ia mengatakan, “Iya, benar. Yang terbakar itu bangunan meru tumpang sembilan.”

Untuk mencegah api menyebar dan membakar bangunan lain, warga setempat, pengempon dan petugas kepolisian langsung turun tangan. Mereka berusaha memadamkan api yang melahap bangunan meru tumpang sembilan. Proses pemadaman berlangsung cukup rumit akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menurut informasi terbaru, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat tentang bahaya cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja.

Dampak Cuaca Buruk di Bali

  • Hujan deras dengan intensitas tinggi
  • Angin kencang yang mengganggu aktivitas masyarakat
  • Petir yang dapat menyebabkan kebakaran
  • Kerugian materi akibat kejadian seperti kebakaran di Pura Agung Besakih

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

  • Kehadiran warga dan petugas dalam pemadaman api
  • Koordinasi antara pengempon dan pihak berwajib
  • Peningkatan kesadaran masyarakat akan risiko cuaca buruk

Perlu Perhatian Lebih Lanjut

Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem. Selain itu, perlu adanya peningkatan pengawasan dan perawatan bangunan-bangunan suci agar tidak mudah terkena dampak cuaca buruk.

Dengan adanya langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *