Pintu Tol Rawa Buaya Diserang Preman, Uang Bisa Lalu Lintas

Peristiwa Premanisme di Exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat

Beberapa waktu lalu, terjadi peristiwa premanisme yang menimpa pengguna jalan di Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi yang dilakukan oleh sejumlah individu yang dikenal dengan sebutan “Pak Ogah” sempat terekam dalam video dan viral di media sosial. Mereka menggunakan rantai besi untuk memblokir akses keluar dari tol, dengan tujuan meminta uang kepada pengemudi kendaraan.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat tiga orang “Pak Ogah” yang berada di dekat Exit Tol Rawa Buaya. Mereka menggunakan water barrier dan rantai untuk menghalangi kendaraan yang ingin keluar. Salah satu dari mereka tampak duduk di sisi jalan, sementara dua lainnya berdiri menunggu kendaraan yang akan melintas. Setelah itu, para pelaku menghentikan kendaraan dan memaksa pengemudi membayar sejumlah uang agar bisa melanjutkan perjalanan.

Aksi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di area tersebut, karena banyak kendaraan yang terpaksa berhenti di lokasi kejadian. Pengemudi yang tidak dapat memenuhi permintaan uang biasanya harus menunggu hingga keadaan kembali normal.

Menanggapi kejadian ini, Kanit Lantas Cengkareng AKP Yeni menyatakan bahwa pihak Satlantas Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Pengecekan dilakukan pada Rabu (14/1/26) bersama pihak Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat. Menurut Yeni, saat petugas tiba di lokasi, para Pak Ogah yang terekam dalam video sudah tidak ditemukan. Ia menduga mereka melarikan diri setelah mengetahui kedatangan petugas.

Selain itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Pengecekan dilakukan pada malam hari, namun ketika petugas tiba, para Pak Ogah sudah tidak ada di tempat. Aang menyatakan bahwa mereka berhasil kabur saat akan diamankan.

KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengakui bahwa kawasan Exit Tol Rawa Buaya sering menjadi lokasi bagi para Pak Ogah untuk mencari uang dari pengguna jalan. Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Polsek Cengkareng, Dishub Rawa Buaya, dan Satpol PP.

Sudarmo menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkala di titik rawan tersebut agar praktik pungutan liar tidak kembali terjadi. Ia berharap dengan adanya langkah-langkah ini, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah tersebut dapat terjaga.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak berwajib untuk lebih waspada terhadap tindakan premanisme yang bisa merugikan pengguna jalan. Dengan adanya koordinasi antarinstansi dan peningkatan pengawasan, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *