Pembelian Jet Tempur dan Drone dari Berbagai Negara
Indonesia sedang mempertimbangkan pembelian jet tempur dan drone dari Pakistan, meski belum ada komitmen resmi. Selain itu, negara ini telah menandatangani kontrak untuk pesawat tempur Rafale (Prancis) dan KAAN (Turki), serta merencanakan akuisisi J-10C (China), KF-21 (Korea Selatan), dan F-15EX (Amerika Serikat). Program modernisasi TNI AU bertujuan untuk memperkuat pertahanan udara dengan menggabungkan pesawat generasi terbaru dari berbagai negara.
Penjajakan dengan Pakistan
Beberapa sumber menyebutkan bahwa Indonesia sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan Pakistan terkait kemungkinan pembelian jet tempur JF-17 dan drone Shahpar. JF-17 adalah pesawat multiperan yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan China, sedangkan Shahpar adalah drone yang dirancang untuk misi pengawasan dan serangan. Meski pembicaraan sudah mencapai tahap lanjut, belum ada informasi jelas tentang jumlah unit atau jadwal pengiriman. Pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Marsekal Udara Pakistan juga telah dilakukan, tetapi belum ada keputusan resmi terkait pembelian.
Pesawat Tempur yang Dipesan atau Direncanakan
1. Dassault Rafale (Prancis)
Indonesia telah menandatangani kontrak untuk 42 unit Dassault Rafale, dengan potensi peningkatan hingga 66 unit. Pengadaan dimulai pada Februari 2022 dan meningkat setelah kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Mei 2025. Pesawat ini akan ditempatkan di Pangkalan Udara Supadio dan Roesmin Nurjadin, sebagai pengganti BAE Hawk dan Sukhoi Su-27/30. Pengiriman dimulai pada 2026, dengan biaya sekitar 130 juta dolar AS per unit.
2. Chengdu J-10C (Tiongkok)
Pada Oktober 2025, Indonesia mengumumkan rencana pembelian 42 unit J-10C buatan Tiongkok. Ini merupakan pembelian pesawat non-Barat pertama Indonesia. Anggaran senilai 9 miliar dolar AS disetujui, namun detail lebih lanjut masih dalam proses. J-10C akan memperkuat pertahanan udara nasional dan menjadi bagian dari program modernisasi militer.
3. TAI TF KAAN (Turki)
Kontrak pengadaan 48 unit KAAN ditandatangani dalam Pameran Industri Pertahanan Internasional 2025. KAAN adalah jet tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries. Proses transfer teknologi dan pembentukan basis industri lokal akan menjadi bagian dari kerja sama ini. Unit pertama diperkirakan tiba pada 2028.
4. KF-21 Boramae (Korea Selatan)
Indonesia sedang melakukan negosiasi lanjutan untuk akuisisi 16 unit KF-21 Block II. Awalnya, Indonesia memiliki kepemilikan saham 20 persen, tetapi kini hanya 7,5 persen karena kendala finansial. Pameran Indo Defence 2025 menunjukkan minat yang kembali meningkat, dengan fokus pada kelayakan operasional jangka pendek.
5. Boeing F-15EX (Amerika Serikat)
Indonesia dan Boeing berkomitmen untuk menjual 24 unit F-15EX, tetapi hingga kini belum ada perkembangan signifikan. Kesepakatan senilai 8 miliar dolar AS terkendala anggaran dan proses persetujuan pemerintah AS. F-15EX memiliki sistem kendali terbang digital dan kemampuan perangkat lunak mutakhir, tetapi rencana akuisisi masih dalam tahap diskusi.
Kesimpulan
Program modernisasi TNI AU menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat pertahanan udara melalui pembelian pesawat tempur dari berbagai negara. Meski beberapa rencana masih dalam tahap negosiasi, langkah-langkah ini mencerminkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kapabilitas militer dan menjaga kedaulatan wilayah.
Tinggalkan Balasan