IDPRO prediksi penambahan 120 MW kapasitas pusat data pada 2026

Pertumbuhan Pusat Data di Indonesia Mencerminkan Kepemimpinan Digital

Indonesia sedang mengalami peningkatan pesat dalam pengembangan pusat data. Menurut proyeksi dari organisasi yang dikenal sebagai IDPRO, kapasitas pusat data nasional akan meningkat sebesar 80–120 megawatt (MW) pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ini menjadi fokus utama dalam transformasi digital negara.

Faktor-Faktor yang Mendorong Ekspansi

Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pusat data dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Pertama, permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) terus meningkat baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Kedua, regulasi yang mewajibkan penyimpanan data di dalam negeri juga berkontribusi signifikan. Selain itu, komitmen perusahaan untuk menerapkan konsep green data center semakin meningkat sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi.

Hendra menyatakan bahwa ada sejumlah pertimbangan yang memengaruhi ekspansi ini, termasuk kesiapan infrastruktur, permintaan pasar, dan stabilitas ekonomi makro. Dengan adanya proyeksi penambahan kapasitas, Indonesia siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Minat Investor Global

IDPRO juga mencatat tingginya minat dari pelaku bisnis global untuk memasuki pasar pusat data Indonesia. Berdasarkan data yang dikumpulkan, diperkirakan akan ada sekitar 5–8 pemain baru yang masuk dalam jangka waktu 1–3 tahun ke depan. Para investor ini berasal dari berbagai kawasan, seperti Asia Timur, Amerika Utara, hingga Eropa.

Menurut Hendra, alasan utama masuknya pemain global adalah pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat. Tahun 2030 diperkirakan akan mencapai gross merchandise value sebesar USD350 miliar, yang akan meningkatkan kebutuhan akan layanan cloud lokal. Selain itu, kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi juga menjadi faktor pendukung.

Peran IDPRO dalam Mendukung Investasi

Untuk mendukung masuknya investasi pusat data, IDPRO menjalankan peran sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, serta investor. Beberapa strategi utama yang dilakukan meliputi:

  • Advokasi Regulasi: IDPRO bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang mendukung iklim investasi, termasuk kemudahan perizinan, ketersediaan lahan industri, dan pemberian insentif fiskal.
  • Promosi Kolaboratif: IDPRO bersama mitra seperti BKPM dan Komdigi memfasilitasi forum investasi serta diskusi terbuka dengan calon investor global guna memperkenalkan potensi pasar Indonesia secara menyeluruh.
  • Penguatan Sumber Daya Manusia: IDPRO mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal serta pengembangan ekosistem yang mencakup penyedia energi hijau, konektivitas jaringan, dan logistik.
  • Standardisasi dan Sertifikasi: IDPRO mendorong adopsi standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification untuk meningkatkan daya saing pemain lokal dalam menghadapi pasar global.

Capaian dan Target Jangka Panjang

Hingga April 2025, tercatat sebanyak 180 pusat data telah beroperasi di Indonesia dari berbagai skala. Delapan di antaranya dikategorikan sebagai Tier 4 dengan kemampuan operasional tertinggi, sementara tiga pusat data lainnya berfokus pada teknologi AI.

Dari sisi kapasitas, total kapasitas pusat data nasional tercatat sebesar 190 MW pada Oktober 2024. Angka tersebut meningkat menjadi 290 MW pada Juni 2025. Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026, atau meningkat sekitar 91% dibandingkan target 2025 yang berada pada kisaran 1,47 watt per kapita.

Dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, kapasitas pusat data nasional per kapita ditargetkan meningkat secara bertahap hingga 2029. Setelah mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas direncanakan naik menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027, kemudian 5,53 watt per kapita pada 2028, dan mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029.

Dengan demikian, kapasitas pusat data nasional per kapita dalam periode lima tahun tersebut diproyeksikan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan posisi awal pada 2025. Ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi salah satu pusat data terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *