NeutraDC (TLKM) Tambah Kapasitas Hyperscale 30 MW Tahun Ini

Perluasan Infrastruktur Data Center di Indonesia

PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., akan melanjutkan penguatan kapasitas data center hyperscale pada tahun ini. CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F menjelaskan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas fasilitas JKT-1 sebesar 12 megawatt (MW). Selain itu, NeutraDC juga terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan data center di Batam, yaitu NeutraDC Nxera Batam, dengan kesiapan kapasitas awal sebesar 18 MW.

Aruew mengatakan bahwa NeutraDC akan melakukan ekspansi secara selektif melalui peningkatan kapasitas di lokasi eksisting pada 2026. Pengembangan tersebut tetap berpegang pada standar global, selaras dengan kebutuhan pasar, serta fokus pada efisiensi energi, green data center, dan keandalan serta keamanan berkelas dunia. Investasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan tata kelola yang kuat serta pengembalian investasi yang optimal.

Selain penguatan infrastruktur, NeutraDC juga memperkuat perannya sebagai digital ecosystem hub yang AI-ready melalui tiga produk utama, yakni Colocation, Compute, dan Connect. Melalui portofolio tersebut, NeutraDC menyediakan platform konektivitas terintegrasi, akses ke infrastruktur GPU berperforma tinggi, serta layanan colocation fleksibel yang mendukung kebutuhan AI, cloud, dan enterprise secara aman, andal, dan efisien.

Ke depan, NeutraDC akan terus melakukan kajian pasar dan kesiapan ekosistem untuk potensi pengembangan lokasi baru dengan pendekatan yang selektif dan bertahap. Tujuannya adalah memastikan setiap ekspansi sesuai dengan kebutuhan pasar, konektivitas strategis, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Pertumbuhan Pasar Pusat Data di Indonesia

Menurut proyeksi dari Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), terdapat penambahan kapasitas pusat data nasional sebesar 80–120 MW sepanjang 2026. Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma menjelaskan bahwa sebagian besar operator pusat data memiliki agenda peningkatan kapasitas pada tahun ini. Diperkirakan akan ada penambahan kapasitas minimal sebesar 80–120 MW, tergantung pada kesiapan infrastruktur, permintaan pasar, serta kestabilan ekonomi makro.

Beberapa faktor utama mendorong ekspansi kapasitas pusat data di Indonesia, seperti peningkatan permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) dari sektor publik maupun swasta, serta kewajiban penyimpanan data di dalam negeri sesuai regulasi. Selain itu, komitmen perusahaan untuk mengadopsi konsep green data center sebagai bagian dari target dekarbonisasi juga menjadi pertimbangan utama.

IDPRO mencatat tingginya minat pelaku global untuk memasuki pasar pusat data Indonesia. Diperkirakan akan ada sekitar 5–8 pemain baru yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu 1–3 tahun ke depan. Para calon investor berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Timur, Amerika Utara hingga Eropa. Masuknya pemain global didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus meningkat.

Pada tahun 2030, diperkirakan gross merchandise value akan mencapai USD350 miliar, meningkatnya kebutuhan cloud lokal, serta kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi. Hal ini turut mendukung pertumbuhan industri pusat data di Indonesia.

Peran IDPRO dalam Mendukung Investasi Pusat Data

Dalam mendukung masuknya investasi pusat data, IDPRO menjalankan peran sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, serta investor. Peran tersebut dilakukan melalui beberapa strategi utama:

  1. Advokasi regulasi dengan bekerja sama bersama instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang mendukung iklim investasi, termasuk kemudahan perizinan, ketersediaan lahan industri, serta pemberian insentif fiskal.
  2. Promosi kolaboratif, IDPRO bersama mitra memfasilitasi forum investasi serta diskusi terbuka dengan calon investor global guna memperkenalkan potensi pasar Indonesia secara menyeluruh.
  3. Penguatan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung, IDPRO mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal serta pengembangan ekosistem yang mencakup penyedia energi hijau, konektivitas jaringan, dan logistik.
  4. Standardisasi dan sertifikasi pusat data nasional, IDPRO mendorong adopsi standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification untuk meningkatkan daya saing pemain lokal dalam menghadapi pasar global.

Hingga April 2025, tercatat sebanyak 180 pusat data telah beroperasi di Indonesia dari berbagai skala. Delapan di antaranya dikategorikan sebagai Tier 4 dengan kemampuan operasional tertinggi, sementara tiga pusat data lainnya berfokus pada teknologi AI. Dari sisi kapasitas, total kapasitas pusat data nasional tercatat sebesar 190 MW pada Oktober 2024 dan meningkat menjadi 290 MW pada Juni 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *