Penutupan Jalan di Kota Tua Jakarta Mulai Akhir Januari 2026

Jadwal Penutupan Jalan di Kawasan Kota Tua Jakarta, Dimulai Akhir Januari 2026

Beberapa ruas jalan di kawasan Kota Tua Jakarta Barat akan ditutup sementara mulai akhir Januari 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang diprediksi meningkat seiring berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung program Jakarta Kota Sinema dan perayaan Imlek.

Tujuan Penutupan Jalan

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas diperlukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan wisata tersebut. Karena diprediksi lebih ramai dari biasanya, penutupan jalan menjadi langkah penting untuk mencegah kemacetan.

“Rekayasa lalin ini akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Kota Tua,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Penugasan Personel

Untuk memastikan pengawasan dan pengaturan lalu lintas optimal, pihak Sudin Perhubungan Jakarta Barat menurunkan ratusan personel. Mereka akan bertugas di tiga ruas jalan utama serta dua venue kegiatan, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga.

Penugasan dilakukan dalam tiga sif agar pengawasan dapat dilakukan sepanjang hari. “Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam tiga sif, termasuk penempatan petugas pada dua venue, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga,” tambah Susilo.

Ruas Jalan yang Ditutup

Sejumlah ruas jalan yang akan terdampak rekayasa lalu lintas meliputi:

  • Jalan Teh: Ditutup pada 30–31 Januari 2026.
  • Jalan Cengkeh: Ditutup pada 3–7 Februari 2026.
  • Jalan Kunir II Dalam: Ditutup pada 26 Februari 2026.

Selain itu, penutupan lokasi sementara (loksem) pedagang di Jalan Cengkeh juga akan diberlakukan dari 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Imbauan untuk Pengendara

Pihak Sudin Perhubungan Jakarta Barat mengimbau masyarakat agar memperhatikan informasi ini sejak dini. Pengendara yang melintas di kawasan Kota Tua diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan.

“Imbauan ini kami sampaikan sejak jauh hari agar para pengendara mengetahui titik-titik yang diberlakukan rekayasa lalin agar dapat menghindari lokasi ini dan mencari jalur alternatif,” ujar Susilo.

Langkah Pencegahan Lalu Lintas

Selain penutupan jalan, pihak terkait juga melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Hal ini termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar area kegiatan dan koordinasi dengan instansi lain untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Dengan adanya penutupan jalan ini, diharapkan kepadatan kendaraan dapat diminimalkan sehingga pengunjung dan warga setempat tetap nyaman dalam beraktivitas di kawasan Kota Tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *