KNKT Selidiki Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Cuaca Jadi Fokus Utama

Penyelidikan KNKT Terhadap Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak selama penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Penyelidikan fokus pada pengumpulan data teknis dan kondisi atmosfer di lokasi kejadian.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa otoritas belum menarik kesimpulan prematur mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Menurutnya, KNKT memiliki kewenangan penuh untuk membedah seluruh aspek penerbangan, termasuk kemungkinan adanya anomali cuaca yang sempat terpantau.

“Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian dan kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT,” ujar Lukman.

Pesawat nahas tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1). Setelah pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), atau sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Penemuan puing pesawat bermula pada Minggu pagi (18/1) melalui pantauan udara. TNI Angkatan Udara mengerahkan drone dan helikopter untuk menyisir area lereng gunung. Hasilnya, tim mengidentifikasi serpihan jendela pada pukul 07.46 WITA, disusul temuan bagian besar badan dan ekor pesawat tiga menit kemudian.

Meskipun laporan awal menyebut jarak pandang saat kejadian mencapai delapan kilometer dengan kondisi sedikit berawan, KNKT tetap akan melakukan audit mendalam bersama BMKG untuk melihat dinamika cuaca secara mikro di lokasi jatuhnya pesawat.

Operasi Pencarian dan Evakuasi Korban

Di sisi lain, operasi SAR yang kini memasuki hari ketiga terus berupaya mengevakuasi 10 orang yang berada di dalam pesawat. Tim gabungan kembali menemukan satu korban perempuan di jurang sedalam 50 meter dari puncak Gunung Bulusaraung pada Selasa (20/1). Sebelumnya, korban laki-laki ditemukan di lereng yang sama.

Berikut adalah daftar tujuh awak pesawat yang bertugas:

  • Capt. Andy Dahananto (Pilot)
  • SIC/FO M. Farhan Gunawan
  • FOO Hariadi
  • EOB Restu Adi P
  • EOB Dwi Murdiono
  • FA Florencia Lolita
  • FA Esther Aprilita S

Selain awak pesawat, terdapat tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiganya adalah:

  • Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas)
  • Deden Mulyana (Pengelola BMN)
  • Yoga Naufal (Operator Foto Udara)

Proses penyelidikan dan evakuasi terus berlangsung dengan harapan bisa memberikan jawaban yang jelas tentang penyebab kecelakaan serta memastikan keamanan penerbangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *