Tiga UPTD Peternakan Sumbar Jadi BLUD, Dorong Peningkatan PAD

Perubahan Struktural di Sektor Peternakan Sumatra Barat

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat telah mengambil langkah penting dalam memperkuat sektor peternakan dengan menetapkan tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tiga unit tersebut adalah UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Penerapan BLUD sebagai Bentuk Reformasi Birokrasi

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menjelaskan bahwa peralihan ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada peningkatan layanan masyarakat, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Dengan adanya BLUD, diharapkan pola kerja birokrasi menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan inovatif. Selain itu, BLUD juga memberikan ruang bagi unit layanan untuk lebih mandiri dan profesional. Namun, keleluasaan ini harus diimbangi dengan peningkatan kinerja dan kualitas layanan yang nyata.

Pengembangan Rumah Sakit Hewan Sumbar

Salah satu fokus utama dari BLUD adalah pengembangan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar. Gubernur meminta agar rumah sakit hewan ini terus dikembangkan sebagai ikon layanan publik yang modern dan berbasis digital. Penerapan sistem pendaftaran dan rekam medis berbasis aplikasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mendukung kemandirian pengelolaan pendapatan. Dengan sistem yang lebih modern, diharapkan Rumah Sakit Hewan mampu memberikan layanan setara standar profesional dan mengelola pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Penguatan Hilirisasi di UPTD Ternak Unggas

Untuk UPTD Ternak Unggas, Mahyeldi menekankan pentingnya penguatan hilirisasi. Ia berharap unit ini tidak hanya berfokus pada produksi bibit, tetapi juga mampu berinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas dengan harga kompetitif. Hal ini dapat dilakukan melalui pola kemitraan dan kerja sama dengan pihak ketiga. Dengan demikian, UPTD Ternak Unggas dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para peternak.

Pemanfaatan Teknologi di BPTSB Tuah Sakato

Di UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Gubernur mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi produksi, khususnya teknologi sexing pada semen beku. Teknologi ini diharapkan membantu peternak menyesuaikan kebutuhan ternak secara lebih tepat. Selain itu, fleksibilitas BLUD diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.

Kontribusi BLUD terhadap Pendapatan Asli Daerah

Hingga saat ini, jumlah BLUD di Sumatra Barat mencapai 55 unit dan telah memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Gubernur berharap keberadaan BLUD, termasuk di sektor peternakan, dapat terus meningkatkan kinerja tanpa membebani masyarakat. Menurutnya, peningkatan PAD tidak dilakukan dengan menaikkan tarif, tetapi melalui efisiensi operasional, peningkatan volume layanan, dan inovasi unit usaha yang bernilai tambah.

Kesiapan UPTD dalam Menghadapi Tantangan

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat, Sukarli, menyampaikan bahwa UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan keilmuan terkini di bidang kesehatan hewan.

Sukarli juga menyampaikan optimisme terhadap kontribusi BLUD Rumah Sakit Hewan terhadap PAD. Hingga akhir 2025, target PAD yang sebelumnya sebesar Rp1,7 miliar diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,4 miliar seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Keberadaan BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar memiliki nilai strategis dan diharapkan dapat berkembang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan hewan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *