Kebakaran Rumah Panggung di Ciamis, Tidak Ada Korban Jiwa
Rumah panggung milik Harun (55), seorang warga Dusun Lintungpaku, Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mengalami kebakaran pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian tersebut terjadi setelah pemilik rumah pulang dari masjid setelah menjalani salat Magrib berjamaah.
Bangunan rumah yang berukuran 8 x 12 meter ini sebagian besar terbuat dari kayu. Akibat kebakaran, seluruh struktur bangunan habis terbakar dan hanya menyisakan abu serta puing-puing. Meskipun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 140 juta, tidak ada korban jiwa atau luka serius pada anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik atau korsleting. Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut dilaporkan oleh pemilik rumah sekitar pukul 18.30 setelah salat Magrib.
Trisyanto mengatakan, ketika pemilik rumah kembali ke rumahnya, ia langsung melihat api telah membesar dan menghanguskan seluruh bangunan. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera datang dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan sederhana yang tersedia. Mereka juga langsung memberitahu petugas Damkar pos WMK Kawali untuk membantu penanggulangan kebakaran.
Petugas piket Damkar WMK Kawali segera mengerahkan armada tangki pancar beserta empat personel ke lokasi kejadian. Respons cepat dari warga dan petugas Damkar berhasil mencegah api merambat ke rumah-rumah tetangga.
Menurut Trisyanto, api sudah dapat dipadamkan dalam waktu singkat. Lokasi kebakaran kini sedang dilakukan pendinginan agar api benar-benar padam dan tidak menimbulkan risiko tambahan.
Proses Penanggulangan Kebakaran
Setelah kejadian, proses penanggulangan kebakaran dilakukan secara terkoordinasi antara warga dan petugas Damkar. Berikut beberapa langkah yang dilakukan:
- Pemadam Api Sederhana: Warga sekitar langsung memberikan bantuan dengan alat yang tersedia, seperti ember dan selang air.
- Laporan ke Petugas Damkar: Setelah melihat kondisi yang memprihatinkan, warga segera menghubungi petugas Damkar untuk bantuan lebih lanjut.
- Respons Cepat Petugas: Petugas Damkar tiba di lokasi dalam waktu singkat dan langsung melakukan upaya pemadaman.
- Pendinginan Lokasi: Setelah api padam, lokasi kebakaran dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.
Kesimpulan
Meskipun kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Respons cepat dari warga dan petugas Damkar menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran merambat ke wilayah lain. Kebakaran ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik dan keamanan rumah.
Tinggalkan Balasan