Debu Tambang Batu Bara Mengganggu Warga Desa Bukitmulya
Debu dari aktivitas tambang batu bara yang terbang ke permukiman warga di Desa Bukitmulya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga hari ini masih menjadi keluhan masyarakat setempat. Meskipun sudah beberapa waktu berlalu, masalah ini belum sepenuhnya terselesaikan dan terus memengaruhi kualitas hidup warga.
Pihak perusahaan yang memiliki izin pertambangan di wilayah tersebut, yaitu PT Arutmin Indonesia Site Kintap, telah merespons keluhan masyarakat dengan berbagai langkah penanganan di lapangan. Manajemen perusahaan multinasional ini menegaskan bahwa upaya yang dilakukan dilakukan secara maksimal untuk mengurangi dampak debu dari operasional tambang.
Bagian Humas PT Arutmin Indonesia Site Kintap, Rahmat Syahputera, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai upaya pengendalian potensi debu. Salah satunya adalah penyiraman air secara rutin di area operasional tambang. Penyiraman ini dilakukan guna mengurangi jumlah debu yang beterbangan dan mengurangi risiko gangguan kesehatan bagi warga sekitar.
Menurut Rahmat, kondisi cuaca juga turut memengaruhi tingginya jumlah debu dalam beberapa hari terakhir. Cuaca panas disertai angin kencang membuat debu lebih mudah terangkat secara alami. Hal ini menyebabkan debu yang biasanya terkendali justru menjadi lebih banyak dan sulit dikendalikan.
Penyiraman Dilakukan Hingga Malam Hari
Untuk mengatasi hal ini, pihak perusahaan melakukan penyiraman air menggunakan water truck (WT) di sejumlah titik strategis. Salah satu area yang menjadi fokus penyiraman adalah Pit 14 akses HD. Selain itu, di jalur hauling di simpang Meratus Pos 4, penyiraman dilakukan setiap jam agar debu tidak menyebar ke permukiman warga.
Rahmat menekankan bahwa penyiraman tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga dilanjutkan hingga malam hari. Tujuannya adalah untuk menekan potensi debu yang bisa terbang ke permukiman warga, terutama saat angin bertiup kencang.
Permintaan Warga untuk Konsistensi
Sementara itu, warga Desa Bukitmulya sebelumnya menyampaikan harapan agar pengendalian debu dilakukan secara konsisten dan tidak hanya bersifat sementara. Mereka berharap langkah penyiraman benar-benar dilakukan secara rutin agar dampak debu tambang tidak terus-menerus mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Terutama bagi anak-anak, dampak debu tambang mulai terasa dalam bentuk gangguan pernapasan. Oleh karena itu, warga berharap perusahaan dapat lebih proaktif dalam mengambil langkah-langkah preventif agar tidak ada lagi keluhan serupa di masa mendatang.
Beberapa kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh PT Arutmin Indonesia Site Kintap diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi warga sekitar. Dengan kerja sama antara perusahaan dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua pihak.
Tinggalkan Balasan