Pemeriksaan Lokasi Longsor Campakawarna, Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Mendorong Relokasi Warga Terdampak

Kunjungan Ketua DPRD Cianjur ke Lokasi Bencana Tanah Longsor

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Campakawarna, wilayah Cianjur selatan, pada Jumat, 6 Februari 2026. Dalam kunjungannya tersebut, ia menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana relokasi warga sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Metty didampingi oleh tim relawan dan komunitas sosial “Teh Metty Peduli”. Mereka memberikan bantuan logistik berupa paket sembako, santunan uang tunai, serta kebutuhan darurat lainnya bagi warga yang terdampak bencana. Kehadiran Metty bukan hanya sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga tetap kuat, saling membantu, dan tetap waspada. Kondisi iklim belakangan ini memang menuntut kesiapsiagaan semua pihak,” ujar Metty di sela-sela peninjauan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan dapat memicu pergerakan tanah susulan, terutama di wilayah selatan Cianjur yang memiliki karakteristik geografis perbukitan yang rawan.

Dukungan terhadap Rencana Relokasi

Menanggapi penanganan pasca-bencana, Metty menyatakan sepakat dengan langkah Pemerintah Kabupaten Cianjur yang mewacanakan relokasi bagi warga terdampak. Sebelumnya, Pemkab Cianjur merencanakan relokasi terhadap sedikitnya 15 rumah warga di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya. Berdasarkan hasil kajian, kondisi tanah di area tersebut dinilai labil dan tidak aman untuk ditinggali kembali.

“Keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan penanganan pascabencana. Kami mendukung penuh upaya relokasi untuk mengurangi risiko bencana berulang,” tuturnya.

Metty berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, relawan, dan elemen masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan. Hal ini mencakup penyediaan hunian, pemulihan ekonomi, hingga penanganan trauma psikologis warga.

Perlu Penataan Ruang yang Bijak

Menurutnya, maraknya fenomena bencana hidrometeorologi belakangan ini harus menjadi alarm bagi semua pihak akan pentingnya penataan ruang yang bijak serta kesiapsiagaan dalam menghadapi anomali iklim. Ia menekankan bahwa pengambilan kebijakan harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis data guna menghindari risiko serupa di masa depan.

Selain itu, Metty juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani bencana. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat bangkit lebih cepat dan pulih secara total. Proses pemulihan tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan penguatan mental dan emosional warga.

Tindakan Nyata untuk Masyarakat

Kunjungan Metty ke lokasi bencana juga menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen pemerintah dan lembaga legislatif dalam menjalankan tugasnya. Dengan hadir di tengah-tengah masyarakat, ia ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bertindak dari balik meja, tetapi juga siap bekerja di lapangan.

Selain itu, ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Diperlukan pendekatan yang holistik dalam menangani dampak bencana, termasuk penguatan infrastruktur dan edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana.

Melalui aksi nyata seperti ini, diharapkan rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga terkait semakin meningkat. Dengan begitu, masyarakat akan lebih siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *