Hujan deras picu tanah longsor, 2 warga luka

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Karanganyar

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu sore, 21 Februari 2026, memicu sejumlah kejadian tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat dampak paling parah terjadi di Kecamatan Ngargoyoso. Dua warga dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa tanah longsor terjadi setelah hujan turun cukup lama sehingga membuat struktur tanah menjadi labil. “Pada sekitar pukul empat sore telah terjadi tanah longsor di beberapa titik di wilayah Kabupaten Karanganyar, khususnya di Kecamatan Ngargoyoso,” ujarnya saat dimintai konfirmasi pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Di Dusun Segoro Gunung RT 02/VII, Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, longsoran tanah menimpa rumah milik Karyo Pawiro Marimin, 76 tahun. Saat kejadian, Karyo sedang membersihkan saluran air di samping rumah agar air hujan tidak meluap ke dalam rumah. Tiba-tiba, tanah pekarangan di sisi rumahnya ambrol dan menimbunnya.

Menurut keterangan istri Karyo, Harni, 56 tahun, warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan setelah mendengar teriakan minta tolong. Korban kemudian dievakuasi dan dirujuk ke rumah sakit terdekat. “Korban, Karryo, dirujuk ke RSUD Kabupaten Karanganyar, sedangkan Harni mengalami luka memar di kepala dan sudah mendapat perawatan di Puskesmas Ngargoyoso,” kata Hendro.

BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun bangunan rumah terdampak material longsoran dan memerlukan penanganan lanjutan.

Hendro menambahkan selain di wilayah Ngargoyoso, satu titik longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Jatiyoso. Selain itu, ia mengungkapkan hujan deras juga menyebabkan luapan aliran sungai di sejumlah titik. Satu unit sepeda motor bahkan hanyut di Sungai Kayumas, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. “Untuk kendaraan roda dua yang hanyut di Sungai Kayumas saat ini masih dalam pencarian,” ujarnya.

Respons Darurat dan Upaya Penanganan

BPBD Kabupaten Karanganyar bersama TNI/Polri, pemerintah desa setempat, relawan penanggulangan bencana, dan warga melakukan kaji cepat, pendataan, serta memberikan bantuan logistik dan arahan keselamatan. Nilai kerusakan dan kerugian masih dalam tahap penghitungan tim.

“Secara umum kondisi terpantau aman, lancar, dan terkendali,” kata Hendro.

Titik-Titik yang Terdampak

Berikut adalah daftar titik-titik yang terkena dampak dari kejadian tersebut:

  • Kecamatan Ngargoyoso: Terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga dan menyebabkan satu unit kendaraan roda dua hanyut.
  • Kecamatan Jatiyoso: Dilaporkan adanya satu titik longsor.
  • Sungai Kayumas: Terjadi luapan air yang menyebabkan kendaraan hanyut.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

BPBD dan pihak terkait melakukan langkah-langkah berikut untuk menangani situasi darurat:

  • Kaji cepat: Melakukan evaluasi terhadap kondisi wilayah yang terkena dampak.
  • Pendataan: Mengumpulkan informasi tentang jumlah korban dan kerusakan.
  • Bantuan logistik: Menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar lainnya.
  • Arahkan keselamatan: Memberikan petunjuk dan edukasi kepada warga terkait tindakan pencegahan dan protokol keselamatan.

Perkembangan Terkini

Saat ini, proses pencarian kendaraan yang hanyut masih terus dilakukan. Sementara itu, para korban luka telah mendapatkan perawatan medis. Tim BPBD dan pihak terkait tetap berkoordinasi untuk memastikan kondisi wilayah tetap stabil dan aman.

Dalam waktu dekat, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan kerugian yang dialami dan rencana pemulihan yang diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait cuaca dan potensi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *