Pemahaman dan Permintaan Maaf dari PT Mahesa Jenar Semarang
PT Mahesa Jenar Semarang (PT MJS) menyadari adanya rasa kekecewaan dan kelelahan di kalangan suporter PSIS Semarang akibat gagalnya proses akuisisi klub oleh pemilik Malut United. Mereka mengakui bahwa situasi ini tidak mudah, namun mereka memastikan bahwa keputusan yang diambil dilakukan demi kebaikan tim secara keseluruhan.
Pihak PT MJS menegaskan bahwa mereka terus berkomunikasi dengan calon investor baru yang berasal dari Semarang. Proses negosiasi saat ini sedang berlangsung dan pihak manajemen memohon dukungan serta doa dari para pendukung agar proses tersebut dapat berjalan lancar dan membawa perubahan positif bagi PSIS.
Proses Akuisisi yang Tidak Berhasil
Joni Kurnianto, juru bicara PT MJS, menjelaskan bahwa proses penjajakan antara pihak PT MJS dan David Glenn, pemilik Malut United, telah berlangsung cukup lama dan intensif. Namun, beberapa aspek material tidak dapat disepakati oleh kedua belah pihak. Meskipun begitu, keputusan untuk tidak melanjutkan rencana akuisisi diambil setelah mempertimbangkan kepentingan klub dan seluruh pemangku kepentingan.
Joni juga menegaskan bahwa batalnya akuisisi oleh David Glenn bukan berarti PSIS menutup pintu bagi pihak lain yang tertarik. PT MJS tetap membuka peluang bagi investor yang memiliki visi jangka panjang dan kesiapan finansial untuk memperkuat struktur klub. “Kami tetap membuka ruang bagi investor yang serius dan memiliki komitmen jangka panjang,” ujarnya.
Investor Baru yang Menjanjikan
Saat ini, PT MJS telah menerima kedatangan calon investor baru. Joni menyebut bahwa calon investor tersebut adalah seorang perempuan pengusaha asal Semarang yang sudah menjadi pendukung PSIS sejak masa sekolah. Proses negosiasi dengan pihak tersebut kini tengah berlangsung, dan dinamika awalnya berjalan positif.
“Kami mohon doa dan dukungan suporter agar proses ini lancar dan membawa perubahan baik bagi PSIS,” kata Joni. Ia berharap, jika negosiasi berhasil, pihaknya akan segera menyiapkan rencana belanja pemain untuk memperkuat tim.
Fokus pada Stabilitas Tim
Selain mencari investor baru, manajemen PSIS juga memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas tim hingga akhir musim Liga 2. Joni optimistis bahwa PSIS dapat melewati masa sulit ini dengan fondasi manajemen yang solid dan dukungan suporter yang besar.
Respons Suporter yang Kecewa
Kabar batalnya akuisisi PSIS oleh David Glenn mengejutkan banyak suporter. Salah satu perwakilan suporter, Lutfi Alfarizi dari Humas Semarang Extreme (Snex), menyampaikan rasa kecewanya atas kabar ini. “Yang awalnya kita respect kepada YS (Yoyok Sukawi), sekarang YS memberi kenyataan pahit,” ujarnya.
Kekecewaan juga diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Panser Biru Kepareng Wareng melalui unggahan di media sosialnya. Sebelumnya, banyak suporter berharap bahwa dengan kepemilikan baru, PSIS dapat bangkit dan kembali berprestasi di kompetisi liga Indonesia.
Performa PSIS yang Menurun
Sejak musim 2024/2025, PSIS menunjukkan penurunan performa bahkan harus terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Di Liga 2 Championship 2025/2026 pun PSIS belum pernah meraih kemenangan. Hasil terbaik yang diraih hanya hasil imbang, sehingga membuat mereka berada di dasar klasemen sementara Grup Timur dengan dua poin dari sembilan pertandingan yang telah dijalani.
Suporter menilai bahwa penurunan performa ini terjadi karena kegagalan manajemen dalam mengelola klub secara profesional. Mereka sempat meminta perombakan manajemen, termasuk mendesak Yoyok Sukawi sebagai pemegang saham terbesar PSIS untuk mundur.
Tinggalkan Balasan