JAWABAN Modul PSE PPG 2025: Menurut Anda, gambaran penerapan CASEL dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa?
Sedang mencari jawaban untuk Cerita Reflektif tentang penerapan CASEL di kelas? Anda berada di tempat yang tepat!
Pertanyaan ini muncul setelah Bapak/Ibu menyelesaikan Latihan Pemahaman Modul 2 Program Pendidikan Sosial Emosional (PSE) Topik 1, yang membahas tentang Integrasi CASEL dalam Mata Pelajaran. Cerita Reflektif ini merupakan bagian penting dalam proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 yang difasilitasi oleh Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu guru dalam menerapkan prinsip-prinsip Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) di dalam kelas—yakni sebuah pendekatan menyeluruh untuk mendukung perkembangan sosial emosional peserta didik melalui pembelajaran sehari-hari.
Siapa yang Cocok Membaca Artikel Ini?
Artikel ini ditujukan bagi Bapak/Ibu guru yang tengah mengikuti PPG Dalam Jabatan 2025 dan membutuhkan inspirasi atau referensi dalam menyusun jawaban reflektif. Jawaban yang disajikan dapat membantu menyusun narasi yang tidak hanya sesuai dengan materi pelatihan, tetapi juga mencerminkan integrasi nilai-nilai sosial emosional dalam aktivitas pembelajaran yang nyata dan bermakna di kelas.

Cerita Reflektif
Menurut Anda, bagaimana penerapan CASEL dalam pembelajaran sosial emosional di kelas?
Kunci jawabannya adalah:
Penerapan CASEL dalam Pembelajaran di Kelas
Implementasi pendekatan CASEL dalam pembelajaran dapat dilakukan secara alami melalui berbagai aktivitas di kelas. Misalnya, guru bisa memulai pelajaran dengan bertanya, “Bagaimana perasaan kalian hari ini?” Pertanyaan sederhana ini membantu siswa menyadari perasaannya sendiri (kesadaran diri).
Guru juga bisa mengajak siswa menulis jurnal singkat sebelum dan sesudah belajar. Dengan begitu, mereka bisa merefleksikan perubahan perasaan dan suasana hati mereka. Selain itu, diskusi tentang cara memahami perasaan orang lain, terutama dalam situasi sulit, dapat melatih empati dan kesadaran sosial.
Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah simulasi peran, seperti bertanya, “Bagaimana kalau kamu ada di posisi temanmu?” atau membahas isu sosial yang dekat dengan kehidupan siswa. Kegiatan seperti ini membantu siswa berpikir kritis dengan empati.
Contoh Jawaban Reflektif Alternatif:
Menurut saya, penerapan CASEL dalam pembelajaran sosial emosional sebaiknya tidak berdiri sendiri sebagai pelajaran terpisah, tetapi terintegrasi dengan kegiatan belajar sehari-hari di kelas. Tujuannya adalah agar pengembangan keterampilan sosial-emosional menjadi bagian alami dari proses belajar.
Misalnya, setiap pagi siswa bisa mengikuti kegiatan “Lingkaran Emosi” atau “Termometer Perasaan”, di mana mereka menyebutkan satu kata atau simbol yang mewakili perasaannya dan alasannya. Hal ini membantu mereka mengenali emosi sendiri (Pengenalan Diri) dan belajar memahami perasaan orang lain (Pemahaman Sosial). Guru pun dapat ikut berbagi perasaannya agar menjadi teladan bagi siswa.
Strengthening social-emotional skills can also be done in other subjects. For example, when students work in groups to solve story problems in Mathematics class. They learn to express ideas, listen to friends’ opinions, and complete tasks together (Relationship Skills). Afterward, the teacher can guide them to reflect on their group work process.
Dengan pendekatan seperti ini, kelas bukan hanya menjadi tempat untuk belajar akademik, tapi juga menjadi ruang belajar kehidupan—di mana siswa tumbuh sebagai individu yang cerdas secara intelektual dan emosional.
Kunci Jawaban Alternatif:
Penerapan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) dalam pembelajaran sosial emosional di kelas bertujuan membangun keterampilan sosial-emosional siswa secara sistematis. CASEL mengidentifikasi lima kompetensi inti yang dapat dijadikan dasar pembelajaran di kelas:
Contoh Nyata Penerapan:
-
Awal pembelajaran: Guru melakukan “check-in emosional” menggunakan kartu warna atau skala perasaan.
-
Pada saat diskusi: Guru menghubungkan isi pelajaran (misalnya cerita rakyat) dengan nilai empati dan tanggung jawab.
-
Penutup pelajaran: Siswa menuliskan satu hal yang mereka pelajari hari ini, baik secara akademik maupun sosial-emosional.
Penerapan PSE dengan pendekatan CASEL bukan pelajaran terpisah, tapi terintegrasi dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Kunci keberhasilan PSE adalah konsistensi, keteladanan guru, dan suasana kelas yang aman secara emosional.
Semoga kunci jawaban di atas bermanfaat buat bapak ibu guru ***
***
Tinggalkan Balasan