Kebijakan Kades Kalimo’ok Mencerminkan Seorang Pemimpin yang Arogan

Kebijakan Kades Kalimo’ok Mencerminkan Seorang Pemimpin yang Arogan

FORUM NUSANTARANEWS.COM

SUMENEP, FNNews.com

Pada hari Sabtu, ( 24 / 06 / 23 ) Pemerintah Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur laksanakan kegiatan penyaluran program bantuan pangan beras dari Pemerintah kepada KPM PKH / BPNT, bertempat di Rumah Pribadi Kepala Desa di Desa Kertasada, Kec. Kalianget, Kab. Sumenep, Jl. By Pass Kertasada – Kalianget, tepatnya depan Kantor Desa Kalimo’ok.

Hal itu tentunya sangat tidak nyaman bagi sebagian warga karena sudah tidak sesuai dengan tempat peruntukannya, sehingga menimbulkan kontroversi bahkan asumsi – asumsi liar yang negatif, sebab kegiatan pelayanan untuk masyarakat yang semestinya di Kantor Desa, tapi kebijakan Kepala Desanya ( Maryono ) seringkali menempatkan kegiatan pelayanan di rumah pribadinya.

Terbukti ada warga yang  menyampaikan ke media FNnews.com lewat Chatt Whats Appnya tentang pelayanan Maryono terhadap warganya selama ini yang terkesan arogan dan sekalian Ia memberi motivasi kepada kinerja Media dan LSM, yakni :

[20/6 14.36]  mohon maaf
termasuk minta ttd
aparat dan warga
k selatan k rumahnya.
[20/6 14.37] terus yg kedua
berkenaan dg BUMDES
katanya sudah RE ORGANISASI
[20/6 14.38] ini termasuk pekerjaannya panjennengnga sebagai kontrol masyarakat atau warga
[20/6 14.41] saya hanya sebagai warga desa Kalimo’ok hanya ingin mendengar DESA Kalimo’ok yg baik dan tentram

Selanjutnya Team Investigasi media mencoba mengkonfirmasi beberapa Ketua RT untuk menanggapi kebijakan – kebijakan yang diambil oleh Maryono selama menjadi kepala Desa, sekalian tentang kegiatan yang seringkali ditempatkan dirumahnya.

Diketahui tanggapan dan penilaian dari beberapa Ketua RT yang dikonfirmasi lewat seluler maupun Aplikasi WhatsAppnya menyampaikan sebaiknya segala kegiatan untuk pelayanan masyarakat dilakukan di Kantor / Balai desa, karena Pemdes Kalimo’ok punya Balai / Kantor.

” Sebaiknya harus dilakukan di Balai Desa, tapi gimana lagi kalau Kadesnya memerintahkan di laksanakan di rumahnya ” , ungkap salah satu Ketua RT.

Selanjutnya Ia menuturkan,” sebenarnya saya sudah mulai malas untuk memberikan masukan Mas, tapi saya akan berusaha untuk memberikan masukan tapi lewat waktu yang tepat, Mas “, ujarnya dengan nada yang kedengaran bijak.

Melalui WhatsAppnya salah satu Ketua RT di hari yang sama mengungkapkan kalau dirinya saat mengantarkan undangan ke warga, ada beberapa warganya minta agar ditempatkan di kantor desa. Media mencoba menanyakan kepada Ketua RT tersebut apakah sudah menyampaikan atas permintaan warganya kepada Kadesnya ? Ia menjawab tidak, karena percuma menyampaikan sebab tidak mungkin diterima juga.

Ditanya harapannya Ia mengungkapkan, ” selama Kepala Desanya Maryono tidak ada yang bisa diharapkan, Pak “, tuturnya.

Camat Hakiki saat di mintai tanggapannya menjelaskan, ” selama tidak masalah dan masyarakat merasa nyaman ya gak masalah, kalau ada Ketua RT, warga yang keberatan silahkan bisa langsung menyampaikan ke Kepala Desa tidak usah takut, daripada berbicara diluar “, jelas Camat.

Sementara Maryono saat dihubungi menyatakan masih sibuk dengan pelayanan, entah dengan alasan apalagi yang akan disampaikannya sebab saat rekam foto KTP berasal jaringan dirumahnya bagus.

Untuk diketahui media menghubungi melalui nomer selulernya karena lewat WhatsAppnya tidak bisa dihubungi, sebab Maryono memblokir banyak media yang sering mengeshare dan menaikkan berita tentang kepemimpinan dirinya sebagai kepala desa termasuk media FNnews. ( B )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *