
ForumNusantaranews.com PESISIR BARAT-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M., membuka kegiatan Pembinaan Forum Anak Daerah (FAD) sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) Tahun 2024, di Aula Losmen Sunset Beach Pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (20/8/2024).
Tampak hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), dr. Budi Wiyono, M.H., dan diikuti FAD se-Pesibar.
Dalam laporannya Kepala DP3AKB, Budi Wiyono menyampaikan bahwa, FAD mempunyai tugas sebagai pelopor dan pelapor dalam hal pemenuhan hak anak dan terhadap pelanggaran hak anak yang terjdi di lingkungan sekitarnya. “Sebagai pelapor FAD berada di garis depan dalam lingkungannya. Untuk menjadi pelopor agar senantiasa bertindak, berpikir, dan berkata positif, inovatif, dan kreatif dimulai dari diri sendiri, selanjutnya mengajak teman atau orang lain untuk ikut melakukan kebiasaan tersebut,” kata Kepala DP3AKB, Budi Wiyono.
Menurut Kepala DP3AKB, Budi Wiyono, FAD sebagai generasi penerus bangsa merupakan mitra pemerintah. Ditangan anak-anak nasib bangsa Indonesia dimasa depan. “Untuk itu diharapkan kepada seluruh OPD/Lembaga masyarakat, dunia usaha, dan individu memiliki kepedulian terhadap nasib anak di Pesibar dengan cara berpartisipasi, membimbing dan memfasilitasi disetiap kegiatan yang dilaksanakan oleh FAD,” tandas Kepala DP3AKB, Budi Wiyono.
Sementara Asisten I, Audi Marpi saat menyampaikan sambutan Bupati, Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak khususnya Pasal 4 menyatakan setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Atas dasar itu, salah satu bentuk kebijakan pemerintah di bidang partisipasi anak antara lain dengan membentuk FAD yang merupakan wadah penyalur aspirasi, pendapat, dan harapan anak sebagai wujud partisipasi anak dalam proses pembangunan,” ungkap Asisten I, Audi Marpi.
Menurut Asisten I, Audi Marpi, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeklarasikan FAD Pesibar agar lebih dikenal, dimanfaatkan, dan dapat dirasakan keberadaannya oleh anak-anak di Pesibar. “Serta diakui keberadaannya baik oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” pungkas Asisten I, Audi Marpi.(Apri)
Tinggalkan Balasan