mediaawas.com
– Kabupaten Karawang masih memiliki banyak bangunan liar di sepanjang aliran sungai. Hal ini membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeluarkan sejumlah strategi.
“Karawang itu kabupaten air, lihat saja Bendungan Walahar, Tarum Timur, Tarum Barat,” kata Dedi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Selasa (17/6).
Akhirnya, tampak tidak elok jika warga menutup aliran air dengan bangunan. Terlebih lagi bangunan tersebut adalah bangunan liar.
Di sisi lain, eks Bupati Purwakarta ini menceritakan bahwa dirinya baru pulang dari Bekasi saat memeriksa kondisi Kali Sepak. Pada kondisi sebelumnya, kondisinya tampak sangat kumuh, tetapi sekarang sungainya sudah mengalir dan tampak lebih baik sepanjang berkilo-kilo meter.
Hal ini dikarenakan sejumlah bangunan yang melanggar dan menghalangi aliran air telah dibongkar. Sehingga Kali Sepak kini sudah terlihat indahnya.
“Saya menelepon bupatinya, sepuluh bangunan dibongkar oleh bupati, sawahnya terlihat, kita aspal jalanannya, kita buat garis, kita pasang lampu di tepi sungai, kebayang kalau malam hari betapa indahnya,” ujar Dedi Mulyadi.
Politikus dari Partai Golkar ini juga menyatakan bahwa kondisi sungai di Karawang sangat indah. Lebih-lebih lagi, terdapat rumah-rumah yang menghadap ke sungai.
“Sungai tersebut dipasangi lampu di pagar, diberi pagar pengaman agar anak-anak tidak tercebur, indah saat bulan menerangi sungai, rumah yang menghadap ke sungai tidak perlu berdesak piknik ke Lembur Pakuan, di sini juga sudah bagus,” tegas Gubernur Jawa Barat.
Selain itu, Dedi Mulyadi berjanji akan memperhatikan aliran air yang ditutup bangunan. Dia juga membayangkan aliran air sungai yang melintasi kampung dan dipasang water treatment sehingga jadi bening.
Tinggalkan Balasan