
Israel terus menyerang Iran, sejak Jumat (13/6) hingga sepekan setelahnya. Meskipun ratusan korban sipil tewas jatuh di Iran, Israel berdalih bahwa yang mereka sasar adalah target-target militer dan pengembangan nuklir Iran.
Hasilnya, Israel mengklaim dapat mencegah Iran memiliki senjata nuklir dalam 2-3 tahun ke depan. Sebab, mereka berhasil menghancurkan ratusan situs nuklir dan militer serta menewaskan sejumlah petinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran.
“Dari asesmen, kita berhasil menunda Iran untuk memproduksi senjata nuklir dalam 2-3 tahun ke depan,” kata Menlu Israel, Gideon Sa’ar, kepada
Bild
,dilansir
AFP
, Sabtu (21/6).
“Sebenarnya, kami berhasil menghabisi orang sejumlah orang yang memimpin program senjata nuklir. Ini sangat penting,” kata Sa’ar.
Sa’ar juga mengindikasikan bahwa serangan Israel tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka masih meyakini, ancaman masih ada di Iran.
“Kita memang sudah mencapai banyak hal, tapi kita akan terus melakukan apa yang kami bisa. Kita tidak akan berhenti sampai kita melakukan semua apa yang kita bisa, untuk menghilangkan ancaman ini,” kata Sa’ar.
Iran telah membalas serangan Israel pada 13 Juni lalu, dengan rudal dan drone. Mereka juga membantah tudingan tengah memproduksi senjata nuklir.
Sa’ar juga mengomentari kemungkinan pergantian rezim di Iran akibat serangan tersebut. Menurutnya, sampai saat ini, itu bukan tujuan utama Israel.
“Sampai sekarang, kita tidak mengarah ke situ (pergantian rezim),” kata Sa’ar.
Tinggalkan Balasan