Mendekati Peningkatan Kelas, Siswa Kelas VIII SMP Prima Cendekia Islami, Baleendah, Mengembangkan Bakat di Talent Camp


JURNAL SOREANG –

Kepercayaan diri adalah kunci awal dalam membuka potensi terbaik yang dimiliki setiap individu.

Dengan semangat itulah, SMP Prima Cendekia Islami menyelenggarakan Talent Camp 2025 bertema “Jadilah Percaya Diri dan Ekspor Potensimu,” yang bertujuan untuk membantu siswa menemukan dan mengekspresikan bakatnya dengan penuh keyakinan dan keberanian.

Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi, yakni pra-talent camp pada 5 Juni 2025 di lingkungan sekolah, dan talent camp utama pada 19–20 Juni 2025 di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, dengan seluruh siswa kelas VIII sebagai pesertanya.

Sesi pertama, pra-talent camp, dirancang sebagai fondasi awal dalam membangun rasa percaya diri siswa.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami dan membedakan antara minat, bakat, dan hobi, sekaligus menggali potensi tersembunyi yang sering kali belum mereka sadari.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan reflektif, siswa diberi ruang untuk berbicara, menyampaikan ide, dan mulai mengenal siapa diri mereka sesungguhnya.

Pada saat siswa mulai menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan unik, kepercayaan diri pun mulai tumbuh secara alami.

Memasuki sesi utama Talent Camp, suasana sekolah alam yang terbuka dan jauh dari rutinitas harian menjadi latar yang ideal untuk mengeksplorasi diri lebih dalam.

Here is the translation in Bahasa Indonesia:

Challenge (literasi, seni, sains, dan kepemimpinan) dirancang bukan hanya untuk menguji kemampuan, tetapi juga untuk mendorong setiap peserta tampil percaya diri di hadapan tim, guru, bahkan dirinya sendiri.

Pada tantangan literasi, siswa diminta untuk membuat karya tulis seperti puisi, naskah drama, atau cerita pendek.

Tantangan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menuangkan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah.

Dalam proses ini, banyak siswa yang awalnya ragu-ragu, namun perlahan mulai berani menunjukkan karya mereka.

Karya-karya ini kemudian dikembangkan dalam art challenge, yang menuntut siswa menampilkan hasil literasi mereka dalam bentuk pentas seni.

Mereka yang sebelumnya canggung di depan umum, mulai melangkah ke atas panggung dengan kepala tegak, menyampaikan puisi dengan suara lantang, memainkan peran dalam drama dengan ekspresi penuh, bahkan menyanyi dalam musikalisasi puisi dengan semangat membara.

This is the moment when confidence grows and develops in reality.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *