Menteri Pertahanan Israel Berbicara tentang Upaya Menghilangkan Khamenei dan Potensi Serangan Lagi



forumnusantaranews.com


,


Jakarta



Iran
dan
Israel
sedang menjalani gencatan senjata setelah 12 hari berperang. Kedua pihak memanfaatkan media untuk menyampaikan klaim dan ancamannya.

Menteri Pertahanan Israel,
Israel Katz
, melakukan wawancara dengan

Saluran 13 Israel

pada Rabu, 26 Juni. Di Iran, pada hari yang sama, video pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran
Ayaullah Ali Khamenei
juga ditayangkan di televisi.

Katz antara lain mengulang lagi pernyataannya tentang hasrat untuk menghilangkan Khamenei. Ia juga mengatakan bahwa Israel mendapat ‘lampu hijau’ dari AS untuk menyerang Iran lagi jika Teheran membuat ‘kemajuan’ dalam program nuklirnya.

“Kami ingin menghilangkan Khamenei, tetapi tidak ada peluang operasional,” kata Katz dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip
Al Jazeera
.

Katz mengklaim bahwa Khamenei tahu ada upaya pembunuhan terhadap dirinya, dan bersembunyi ke “tempat rahasia yang sangat dalam”.

Membunuh Khamenei akan menjadi eskalasi besar dalam konflik tersebut. Selain menjadi kepala negara de facto di Iran, pemimpin tertinggi juga merupakan otoritas spiritual tertinggi bagi jutaan Muslim Syiah di seluruh dunia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump pernah mengisyaratkan pada berbagai kesempatan bahwa perang dapat memicu pergantian rezim, dan Trump memposting di media sosial pada hari Minggu lalu bahwa konflik tersebut dapat “

MAKING IRAN GREAT AGAIN

”.

Komentar Katz muncul di tengah laporan yang saling bertentangan mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada kemampuan nuklir Iran, terutama akibat pemboman AS terhadap lokasi di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Khamenei mengatakan pada hari Kamis bahwa AS telah “melebih-lebihkan” dampak serangan tersebut.

Katz mengatakan bahwa negaranya mendapat “lampu hijau” dari Trump untuk melancarkan serangan lain terhadap Iran jika negara itu dianggap membuat “kemajuan” dengan program nuklirnya. “Saya tidak melihat situasi di mana Iran akan memulihkan fasilitas nuklir setelah serangan itu,” katanya.

Komentar Khamenei

Pada hari yang sama, video pernyataan Khamenei. Menurut
Al Jazeera
Ia melakukan penampilan publik pertamanya sejak 19 Juni.

Pemimpin Tertinggi Iran itu mengatakan Iran “tidak akan pernah menyerah” kepada Amerika Serikat. Pria 86 tahun ini juga mengklaim kemenangan setelah 12 hari perang. “Presiden AS (Donald) Trump mengungkap kebenaran dan menjelaskan bahwa rakyat Amerika tidak akan puas dengan apa pun selain penyerahan diri Iran, peristiwa seperti itu tidak akan pernah terjadi,” kata dia.

Khamenei mengatakan Trump telah “melebih-lebihkan” dampak serangan mereka terhadap Iran. Ia mengatakan AS “tidak memperoleh apa pun dari perang ini” dan serangan AS “tidak memberikan dampak signifikan apa pun” terhadap fasilitas nuklir Iran.

“Republik Islam menang, dan sebagai balasannya memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” katanya, merujuk pada serangan rudal Iran yang menargetkan pangkalan udara AS di Qatar, yang tidak menimbulkan korban jiwa.

Khamenei melanjutkan serangan ke Qatar adalah peringatan. “Fakta bahwa Republik Islam memiliki akses ke pusat-pusat utama AS di wilayah tersebut dan dapat mengambil tindakan kapan pun dianggap perlu adalah masalah yang signifikan. Tindakan seperti itu juga dapat diulang di masa depan. Jika ada agresi yang terjadi, musuh pasti akan membayar harga yang mahal,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *