Bupati Lampung Tengah Tinjau Perbaikan Jalan di Trimurjo

Bupati Lampung Tengah Tinjau Perbaikan Jalan di Ruas Karang Bolong

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan di Ruas Karang Bolong, Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, pada Jumat (4/7/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan progres pengerjaan serta mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.

Dalam keterangan yang diberikan pada Minggu (6/7/2025), Ardito menjelaskan bahwa perbaikan jalan yang tengah berlangsung merupakan upaya sementara. Meski bersifat darurat, langkah ini tetap menjadi prioritas sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam menangani keluhan warga terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah.

“Perbaikan jalan ini bersifat sementara. Namun tetap harus dilakukan karena sudah sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat. Kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi ini,” ujar Ardito.

Evaluasi Kerusakan dan Urgensi Perbaikan

Sebelum proses perbaikan dimulai, Ardito telah menyusuri ruas jalan tersebut untuk mengetahui secara langsung kondisi kerusakan. Dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda empat, ia menilai tingkat kerusakan serta mendata titik-titik rawan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Menurutnya, evaluasi lapangan seperti ini penting agar rencana pembangunan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. “Kami ingin pastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.”

Selama peninjauan, Ardito juga sempat mencoba alat-alat berat yang digunakan dalam proses perbaikan, seperti wales stump atau vibro roller, serta grader. Hal ini dilakukan agar ia memiliki gambaran teknis bagaimana pekerjaan dilakukan dan apakah metode yang digunakan sudah efektif.

Perencanaan yang Matang Menjadi Prioritas

Meski saat ini hanya dilakukan perbaikan sementara, Ardito menegaskan bahwa rencana pembangunan permanen akan segera disusun. Ia menambahkan bahwa proses perencanaan harus dilakukan secara matang agar hasil akhirnya maksimal dan tahan lama.

“Pembangunan jalan ini kami jadikan atensi utama. Namun tentu saja perlu dikaji secara matang agar pelaksanaannya tidak sia-sia. Harus ada perhitungan teknis yang detail agar hasilnya berkualitas,” paparnya.

Lebih lanjut, Ardito menyebut bahwa ia tidak bekerja sendiri dalam proses perencanaan. Tim ahli turut dilibatkan untuk membantu melakukan kalkulasi dan menyusun rencana tahapan selanjutnya. Dengan pendekatan kolaboratif ini, ia berharap proyek infrastruktur dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Tujuan utama dari peninjauan langsung ke lapangan adalah agar semua data yang dikumpulkan benar-benar valid. Selain itu, Ardito ingin memastikan bahwa waktu pelaksanaan proyek dan kualitas material yang digunakan sesuai standar yang ditentukan.

“Kami meninjau bersama tim ahli biar sekalian bisa kalkulasi dan bikin perencanaan lanjutan. Ini bagian dari transparansi dan tanggung jawab kami sebagai penyelenggara daerah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *