Tari Topeng Bajra Geni: Suara Pelestarian Lingkungan di Bali

Pagelaran Topeng Bondres “Damar Sasangka” Menyampaikan Pesan Kepemimpinan dan Pelestarian Lingkungan

Panggung Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, kembali menjadi tempat yang penuh makna dalam menyajikan keindahan seni tradisional Bali. Dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Sanggar Seni Bajra Geni dari Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai duta Kabupaten Badung dengan pertunjukan yang mengangkat tema “Damar Sasangka”.

Pertunjukan ini menampilkan kisah tentang kepemimpinan sejati yang mampu membawa terang dalam kegelapan. Tokoh utama dalam cerita adalah Ida Cokorda Nyoman Mayun, Raja Kawya Pura, yang menghadapi tantangan besar saat Subak Batan Tanjung mengalami kekeringan dan konflik internal. Alih-alih mengambil keputusan secara cepat, sang raja memilih untuk melakukan laku tapa di Pucak Pengelengan guna menyelaraskan dirinya dengan alam semesta.

Setelah menerima wahyu, solusi ditemukan melalui upacara sakral bernama Aci Tulak Tunggul yang digelar di Dam Pura Taman Ayun. Upacara ini menggunakan sarana pekelem ulam suci dan iringan Baris Keraras, sebuah tradisi yang masih dilestarikan hingga kini dalam piodalan di Pura Taman Ayun.

Cerita ini tidak hanya menggambarkan kepemimpinan spiritual dan bertanggung jawab, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai pelestarian lingkungan, khususnya air sebagai sumber kehidupan dan pertanian. Dalam konteks modern, pesan ini sangat relevan, yaitu bahwa pemimpin harus mampu menjaga harmoni antara manusia dan alam, antara buana agung dan buana alit.

Sebelum memasuki inti cerita, pementasan diawali dengan tabuh pembuka dan tiga penampilan Topeng khas, yakni Topeng Keras, Topeng Tua, dan Topeng Bondres Monyer Manis. Ketiganya menampilkan dinamika karakter Bali, mulai dari kekuatan dan kebijaksanaan hingga kelucuan dan sindiran sosial.

Anak Agung Bagus Sudarma, selaku pembina tari, menjelaskan bahwa pertunjukan ini terinspirasi dari Babad Mengwi, khususnya kisah tentang Aci Tulak Tunggul. “Ini bagian dari upaya pelestarian pertanian dan kemakmuran masyarakat Subak Batan Tanjung. Cerita ini menggambarkan pentingnya air, bendungan, dan harmonisasi kehidupan,” ujarnya.

Persiapan pementasan telah dilakukan sejak Maret 2025, melibatkan sekitar 50 orang seniman penari dan penabuh. “Hari ini adalah puncak ekspresi dan kreativitas kami. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang konsisten menyelenggarakan PKB sebagai ruang pelestarian budaya,” ujarnya penuh syukur.

Sementara itu, pembina tabuh, I Wayan Griya, turut mengapresiasi dukungan Kabupaten Badung dalam membangkitkan kembali seni tradisi. “Ini adalah kali pertama kami dipercaya sebagai duta Badung untuk menampilkan Topeng kreatif di PKB. Terima kasih kepada pemerintah dan para penabuh muda yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya wadah seni sebagai alternatif kegiatan positif bagi generasi muda. “Lewat berkesenian, para pemuda mendapatkan pelajaran berharga dalam hidup dan menjauh dari aktivitas negatif. Itu tujuan utama kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wayan Griya menambahkan bahwa perkembangan seni di Badung kini semakin menggembirakan. “Dari desa ke kecamatan hingga kabupaten, pembinaan dilakukan secara terstruktur. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pelaku seni dan pemerintah,” katanya.

Pagelaran Topeng Bondres “Damar Sasangka” tidak hanya menjadi pertunjukan visual yang menghibur, tetapi juga menyuguhkan refleksi mendalam tentang pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab, spiritual, dan membumi. Penonton tidak sekadar diajak tertawa atau terpesona oleh gerak tari dan tabuhan gamelan, tetapi juga diajak merenung, tentang air yang menghidupi, tentang petani yang berjuang, dan tentang pemimpin yang memilih jalan sunyi demi menemukan cahaya solusi.

Dengan sajian estetika yang kuat dan narasi yang menyentuh akar budaya Bali, Sanggar Seni Bajra Geni berhasil menyampaikan pesan bahwa seni adalah ruang edukasi, kontemplasi, sekaligus pelestarian warisan luhur yang tak lekang oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *