Komentar Mahfud MD Soal OTT KPK Terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Menyampaikan Dukungan Kepada KPK

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam), Mohammad Mahfud MD, memberikan komentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang lebih dikenal dengan nama Noel. Menurutnya, KPK telah menjalankan tugasnya dengan baik dan patut diapresiasi.

Mahfud menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh KPK layak mendapatkan dukungan. Ia menekankan pentingnya keberadaan lembaga antirasuah tersebut dalam pemberantasan korupsi. Dalam unggahan media sosialnya, ia secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada KPK. Ia juga mendorong agar KPK terus bergerak maju tanpa takut menghadapi tantangan.

“KPK melakukan OTT terhadap Noel Ebenezer. Dalam beberapa bulan terakhir, KPK mulai bisa terlepas dari belenggu politik tertentu dan menunjukkan taringnya. Kita apresiasi, maju terus pantang mundur KPK,” tulis Mahfud dalam unggahannya.

Konsistensi Presiden Prabowo Subianto Dapat Dukungan

Menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), langkah KPK tidak lepas dari konsistensi Presiden Prabowo Subianto. Mahfud menyebut bahwa Prabowo konsisten dalam tidak melindungi pejabat, termasuk anggota Partai Gerindra yang dipimpin langsung olehnya. Untuk itu, Mahfud juga menyampaikan dukungan terhadap Presiden Prabowo.

“Lanjutkan Pak Presiden, buka pintu dan dorong KPK untuk memburu pejabat korup agar kembali disegani,” ujarnya.

Perlu Konstruksi Kasus yang Lebih Baik

Mahfud menilai bahwa KPK perlu mengkonstruksi kasus yang banyak dilakukan oleh para pejabat. Ia menyarankan bahwa tidak harus selalu melalui operasi tangkap tangan, tetapi juga bisa melalui mekanisme penegakan hukum lainnya. Dalam OTT terhadap Noel, KPK berhasil mengamankan sejumlah pihak serta beberapa barang bukti. Barang bukti tersebut antara lain kendaraan roda empat dan roda dua.

Barang bukti tersebut sudah ditunjukkan oleh KPK kepada publik. Namun, penjelasan resmi ihwal OTT terhadap Noel masih menunggu disampaikan oleh lembaga antirasuah tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa Noel kena operasi senyap karena terlibat dalam praktik korupsi melalui modus pemerasan berkaitan dengan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *