Prospek Saham DEWA, PTRO, dan UNTR di Tengah Lesunya Bisnis Batu Bara

Tantangan yang Menghadapi Emiten Sektor Kontraktor Tambang Batu Bara

Emiten sektor kontraktor tambang batu bara di Indonesia diproyeksikan menghadapi tantangan hingga tahun 2026. Prospek sektor ini terpengaruh oleh penurunan permintaan dan produksi, serta harga yang stagnan dalam kisaran US$ 100–130 per ton. Harga batu bara dunia saat ini berada di level US$ 110 atau sekitar Rp 1,79 juta per ton (dengan kurs Rp 16.283 terhadap dolar Amerika Serikat), mengalami koreksi sebesar 1,25% dibandingkan hari kemarin.

Berdasarkan riset dari analis Stockbit Sekuritas, beberapa emiten sektor kontraktor tambang seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi fokus utama. Tim riset Stockbit menyarankan investor untuk lebih memperhatikan emiten dengan pendorong pertumbuhan spesifik di tingkat perusahaan, karena prospek sektor kontraktor tambang masih menantang.

Penurunan Produksi dan Permintaan Batu Bara

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, produksi batu bara nasional diperkirakan hanya mencapai 739,5 juta ton pada 2025, turun 11% secara tahunan dibandingkan 2024. Prediksi ini juga lebih rendah 19% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2025 sebesar 917 juta ton.

Tren pelemahan permintaan berasal dari dua pasar utama, yaitu Cina yang menyusut 20% secara tahunan dan India yang berkurang 15% secara tahunan pada empat bulan pertama 2025. Penurunan tersebut diperkirakan akan berlanjut setidaknya hingga semester pertama tahun 2026. Hal ini juga menekan harga global. Harga batu bara Newcastle tercatat US$ 110 per ton pada 22 Juli 2025, turun 10,6% sejak awal tahun. Meski berpotensi rebound, analis memperkirakan harga tetap berada pada level US$ 100–130 per ton sepanjang tahun depan.

Rekomendasi Saham untuk DEWA, PTRO, dan UNTR

Darma Henwa (DEWA)

Analis Stockbit Sekuritas memperkirakan bahwa transformasi bisnis DEWA melalui eksekusi proyek mandiri serta potensi kontrak tambahan dari grup afiliasi akan mendorong laba bersih DEWA. Laba bersih DEWA diperkirakan naik 216% per tahun selama periode 2024 hingga 2028.

Meskipun saham DEWA turun 0,88% atau 2 poin ke level 224 pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham ini telah naik 101,80% sejak awal 2025. Analis masih melihat potensi upside dengan target harga sebesar Rp 270 per saham. Namun, Head of Research and Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana belum dapat memperkirakan target harga ke depan karena masih dalam fase koreksi.

Petrosea (PTRO)

Masuknya Petrosea ke Grup Barito pada tahun 2023 membuat perusahaan kembali fokus pada bisnis inti, yaitu jasa kontraktor tambang dan engineering, procurement and construction (EPC). Menurut Stockbit Sekuritas, laba bersih PTRO diperkirakan tumbuh 66% per tahun selama periode 2024 hingga 2028. Analis menyoroti bahwa valuasi saat ini premium dibandingkan peers, sehingga pergerakan saham sangat dipengaruhi signifikan oleh saham lain di Grup Barito.

Herditya memperkirakan PTRO akan mengejar target harga di level 4.210 sampai 4.280.

United Tractors (UNTR)

Analis Stockbit Sekuritas memperkirakan kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mengalami tekanan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini disebabkan bisnis inti perseroan yang berkaitan dengan batu bara menghadapi berbagai tantangan, sementara kontribusi dari bisnis non-inti seperti logam dan mineral masih belum signifikan.

Prospek kinerja UNTR ke depan diperkirakan masih terbatas dan belum ada katalis positif dalam waktu dekat. Laba bersih UNTR diproyeksikan turun 10,9% pada 2025 dan 3,9% pada 2026. Namun, valuasi saham UNTR dinilai cukup menarik dengan rasio 5,1 kali 1-Year Forward P/E dan 0,88 kali P/BV. Anak usaha divisi alat berat milik Grup Astra ini juga menawarkan potensi dividen dengan yield atau imbal hasil mencapai 8,3%.

Karena itu, Stockbit Sekuritas memberikan rekomendasi netral untuk saham UNTR. Adapun Herditya memberikan target harga untuk saham UNTR di level 26.075 hingga 26.675.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *