Konservasi: KKN Unigal Tanam Berbagai Pohon di Sukawening

Upaya Konservasi Lingkungan di Desa Sukawening

Di tengah semangat menjaga kelestarian alam dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis melakukan langkah nyata di Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu 23 Agustus 2025, dengan menanam ratusan bibit pohon di berbagai titik desa.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah lahan rawan longsor di kawasan Lapang Cibagi. Pohon-pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis buah dan tanaman konservasi seperti manggis, kawung (aren), picung, matoa, mangga, durian, hingga cengkih. Pemilihan jenis pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan wilayah, tetapi juga untuk memperkuat struktur tanah serta menjaga sumber daya air.

Konservasi Jangka Panjang

Ketua KKN Unigal Desa Sukawening, Fauzi Fathulamin Juandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, melainkan sebuah gerakan konservasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa pohon buah-buahan dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Jika kita menanam pohon kayu seperti albasiah, biasanya setelah besar akan ditebang. Namun, pohon buah-buahan tidak akan ditebang, justru dirawat karena hasilnya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Pemilihan pohon picung dan kawung juga memiliki alasan tersendiri. Kedua jenis pohon ini memiliki akar yang kuat untuk menahan tanah agar tidak mudah longsor. Selain itu, keduanya dikenal mampu menyerap dan menyimpan cadangan air di dalam tanah.

Manfaat Ekologis dan Ekonomi

Ketika musim hujan tiba, pohon picung dan kawung menyimpan air. Saat musim kemarau, cadangan air ini bisa menjaga wilayah Sukawening tetap memiliki ketersediaan air yang cukup. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masyarakat.

Selain fungsi ekologis, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat ekonomi di masa depan. Buah manggis, mangga, durian, hingga cengkih diyakini bisa menjadi sumber tambahan penghasilan warga. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dukungan dari Masyarakat

Kepala Desa Sukawening, Hendi Hermawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada mahasiswa KKN Unigal yang telah menginisiasi gerakan penghijauan di wilayahnya. Ia mengatakan bahwa mahasiswa KKN bukan hanya hadir untuk menjalankan program akademik, tetapi juga benar-benar peduli terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan desa.

“Langkah sederhana dari mahasiswa ini menjadi bukti bahwa konservasi bisa dilakukan dengan pendekatan yang cerdas: menjaga lingkungan, menguatkan tanah dari longsor, melestarikan air, dan sekaligus memberikan hasil nyata bagi masyarakat kita,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman pohon ini diharapkan menjadi titik awal gerakan konservasi berkelanjutan di Sukawening. Warga pun diajak ikut serta merawat bibit yang sudah ditanam agar bisa tumbuh subur dan memberi manfaat di masa depan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, harapan besar tercipta lingkungan yang lebih hijau dan ekonomi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *