Monash University Dukung IKN Jadi Kota Cerdas dan Berkelanjutan

Peran Monash University dalam Pembangunan IKN yang Berkelanjutan

Monash University, sebuah universitas ternama di Australia, telah menunjukkan perannya yang signifikan dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota yang berkelanjutan dan tanggap terhadap tantangan lingkungan. Kerja sama ini melibatkan beberapa lembaga dan pihak terkait untuk memastikan bahwa IKN mampu menghadapi berbagai isu lingkungan yang semakin kompleks.

Salah satu inisiatif utama adalah kolaborasi antara Fakultas Monash Art, Design & Architecture (MADA) dengan Bank Pembangunan Asia (ADB). Melalui kerja sama ini, serangkaian pelatihan khusus diberikan kepada Otorita IKN (OIKN) guna memperkuat kapasitas mereka dalam merencanakan dan membangun kota baru tersebut. Program pelatihan ini didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) melalui Program Bantuan Infrastruktur Berkelanjutan Fase 2 dan akan berlangsung hingga Oktober 2025.

Pelatihan yang Menyeluruh dan Berbasis Teknologi

Pelatihan yang diselenggarakan mencakup berbagai metode pembelajaran, seperti pendampingan lapangan, lokakarya, serta modul daring. Fokus utamanya adalah pada perancangan kota yang adaptif terhadap krisis air dan perubahan iklim. Dengan pendekatan ini, para peserta diharapkan dapat mengembangkan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan lingkungan yang muncul.

Selain itu, ADB juga merencanakan sesi khusus mengenai pembiayaan kota berbasis solusi air. Hal ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan spesifik dari OIKN. Menurut Profesor Tony Wong dari Monash University, konsep kota tanggap air telah terbukti efektif di berbagai negara, termasuk Australia. Konsep ini menggunakan infrastruktur hijau yang meniru proses alami pengelolaan air, seperti lahan basah, saluran air dangkal, kolam retensi, dan perkerasan berpori.

Keseimbangan antara Manusia, Alam, dan Lingkungan Buatan

Profesor Diego Ramírez-Lovering menambahkan bahwa pembangunan IKN perlu menyeimbangkan unsur manusia, alam, dan lingkungan buatan. Dengan keseimbangan ini, IKN diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti polusi, banjir, kekeringan, dan suhu ekstrem. Pendekatan holistik ini penting untuk memastikan bahwa kota baru ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga nyaman dan layak huni bagi warga.

Partisipasi berbagai pihak dari OIKN dan kementerian terkait menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan kota masa depan yang tangguh dan berkelanjutan. Kolaborasi strategis antara Monash University, ADB, dan pemerintah Australia menjadi fondasi utama dalam upaya ini. Dengan sinergi yang kuat, IKN diharapkan dapat menjadi contoh kota modern yang berkelanjutan dan mampu bertahan terhadap berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *