Airlangga: Kolaborasi BUMN dan Swasta Percepat Pertumbuhan Indonesia

Sinergi BUMN dan Swasta dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan sektor swasta sebagai bagian dari konsep Indonesia Incorporated. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kantor bersama perusahaan BUMN di luar negeri, yang dapat menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

Salah satu contoh sinergi yang terlihat adalah kerja sama antara BUMN dengan Sampoerna Retail Community (SRC). Menurut Airlangga, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menjaga ketahanan ekonomi nasional. “MoU antara BUMN dengan SRC melibatkan 250 ribu retail, di mana seluruhnya adalah UMKM,” ujarnya dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia di Smesco Convention Hall, Jakarta, pada Jumat 22 Agustus 2025.

Airlangga menyebut kerja sama dengan SRC sebagai contoh konkret integrasi digital, jaringan usaha, dan dukungan BUMN dalam menciptakan ekosistem yang inklusif. “Ke depan ekonomi kuat kalau UMKM kita kuat. Dengan digitalisasi dan network yang ada di SRC, ekosistem ini menjadi sangat strategis karena tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Selain dukungan jaringan, SRC juga menggelar program pelatihan kewirausahaan yang bersifat terbuka. Hal ini, menurut Airlangga, bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan akses pasarnya. “Ini menunjukkan sifat inklusif dari SRC. Dengan entrepreneurship training, daya saing UMKM akan semakin terangkat,” tambahnya.

Airlangga menilai model kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat daya tahan UMKM sekaligus memastikan pemerataan ekonomi di tingkat akar rumput. “Konsep Indonesia Incorporated tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta, sehingga UMKM bisa benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan ketua umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia hanya bisa dicapai apabila UMKM diperkuat secara menyeluruh. Ia menambahkan, penguatan UMKM membutuhkan dukungan menyeluruh dari dunia usaha melalui program pendidikan, pelatihan kewirausahaan, hingga akselerasi digitalisasi. Upaya tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperluas akses pasar.

Airlangga membeberkan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrument untuk mendukung UMKM. Mulai dari belanja modal, kredit usaha rakyat (KUR), hingga kemudahan perizinan serta fasilitas sertifikasi halal gratis bagi UMKM. Pada tahun depan, pemerintah juga menaikkan plafon KUR menjadi Rp320 triliun dengan subsidi bunga sebesar Rp36,5 triliun. “Angka ini meningkat dari target penyaluran tahun 2025 yang mencapai Rp300 triliun, sebagai bentuk komitmen memperluas pembiayaan murah dan terjangkau bagi pelaku usaha kecil,” kata Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *