Keterbatasan Bukan Hambatan untuk Meraih Kesuksesan
Aksal Setiawan ST, seorang alumni dari program studi Teknik Informatika di Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, menjadi contoh nyata bahwa penyandang disabilitas mampu hidup mandiri dan meraih kesuksesan. Aksal yang mengidap cerebral palsy atau lumpuh otak ini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menjadi penghalang untuk mencapai tujuan.
Meskipun hanya memiliki tiga jari yang berfungsi, Aksal berhasil memaksimalkan keterampilannya dalam merancang website. Kemampuan tersebut membuka peluang baginya untuk mendapatkan penghasilan dan membantu kebutuhan keluarga. Sampai saat ini, ia telah menyelesaikan dua pesanan pembuatan website untuk usaha yang menampilkan tampilan profesional, terstruktur, dan menarik.
Kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya. Hal ini memungkinkannya untuk membuat website yang menargetkan pasar luar negeri. Salah satu pesanan yang diterimanya berasal dari seorang pengusaha asal Jakarta yang ingin membangun marketplace online. Aksal merasa senang karena keterampilannya bisa digunakan untuk membantu orang lain.
Selain itu, Aksal juga ikut membantu ibunya yang menjalankan usaha penjualan online. Ia baru saja menyelesaikan pendidikannya selama tiga setengah tahun dengan predikat cukup memuaskan. Sebelumnya, ia pernah menempuh pendidikan di Stimik, namun aktivitas akademiknya terhenti akibat masalah yang terjadi.
Hingga saat ini, Aksal hanya menerima satu pesanan yang dibayar secara penuh. Pesanan dari orangtuanya tidak ia terima karena ia melihatnya sebagai bentuk kontribusi bagi keluarga yang selama ini memberinya dukungan penuh. Namun, pesanan dari pengusaha Jakarta cukup besar, yaitu sebesar Rp 3 juta. Bahkan, sang pengusaha memberinya tambahan uang ratusan ribu rupiah karena merasa puas dengan hasil kerja Aksal.
Aksal adalah alumni pertama dari Unper yang berhasil menyelesaikan pendidikannya dalam waktu tiga setengah tahun. Ia menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk meraih gelar akademik. Selama acara wisuda pada tahun 2014, ia membawa secarik kertas bertuliskan “Keterbatasan bukan hambatan guna meraih gelar” sebagai simbol semangatnya.
Setelah wisuda, Aksal berharap dapat mewujudkan impiannya menjadi pengusaha di bidang teknologi informasi. Ia berharap ilmu yang didapatkannya dapat bermanfaat bagi sesama penyandang disabilitas yang belum beruntung secara ekonomi.
Rektor Unper, Dr H.D.Yadi Heryadi M.Sc, menyampaikan rasa bangga atas prestasi Aksal. Ia percaya bahwa kemampuan Aksal dalam teknologi informasi akan sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan, baik dalam bisnis maupun pemerintahan. Yadi berharap Aksal terus belajar dan berkembang agar masa depannya lebih cerah.
Menurut Yadi, prestasi Aksal menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa keterbatasan tidak harus menjadi kendala untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja keras dan komitmen, Aksal membuktikan bahwa dirinya mampu mencapai hal-hal yang dianggap sulit oleh orang lain.
Tinggalkan Balasan