Aksi Gemas! Ratusan Anak TK–SD Pecahkan GOR Samapta Melalui Kompetisi Drum Band Jateng-DIY di Magelang

Acara Drum Band Competition Tingkat TK dan SD di Magelang Berhasil Menghibur dan Membentuk Karakter Anak

Pada hari Minggu, 23 November 2025, GOR Samapta, Komplek Sport Center Sanden, menjadi tempat yang penuh warna dan tawa. Ratusan anak usia TK dan SD dari berbagai sekolah di wilayah Magelang Raya turut serta dalam acara Drum Band Competition Jenjang TK/SD Tingkat Jateng–DIY. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang.

Sejak pagi, GOR Samapta sudah ramai dengan suara drum, sorakan penonton, dan kostum warna-warni yang dikenakan para peserta. Ada sebanyak 22 grup yang tampil secara bergantian, menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kekompakan mereka. Meskipun gerakan mereka belum sepenuhnya presisi, hal itu justru membuat suasana lebih lucu dan penuh senyum. Penonton sering tertawa karena tingkah polos para peserta, sambil juga bangga melihat bagaimana anak-anak tampil percaya diri di depan umum.

Kebiasaan Menjaga Fokus dan Kekompakan pada Anak Usia Dini

Sutarti, Kepala TK Negeri Pembina Magelang Utara, mengungkapkan bahwa melatih drum band pada usia dini bukanlah perkara mudah. “Kesulitannya adalah fokus. Anak usia dini masih dalam tahap belajar kemandirian dan bersosialisasi, sehingga fokus mereka harus terus dilatih,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa harmoni bisa tercipta jika komunikasi baik terjalin antara pelatih dan orang tua. “Tantangannya pasti ada, tapi selalu ada solusi. Kuncinya komunikasi—dengan pelatih dan terutama orang tua. Kalau teamwork kompak, hasilnya pun baik,” tambahnya.

TK Negeri Pembina Magelang Utara tidak asing dengan lomba-lomba seperti ini. Sekolah ini rutin mengikuti berbagai kompetisi dan bahkan sering kali meraih juara satu tingkat kota. Contohnya, baru-baru ini mereka juga berhasil memenangkan lomba di SD Al-Iman.

Orang Tua Bangga Melihat Anak Berani Tampil

Di tengah keramaian penonton, Diah Rahmawati terlihat sangat bahagia melihat putranya, Stefano Axel Jordan, tampil percaya diri. Stefano, murid kelas B2 TK Negeri Pembina Magelang Selatan, telah mengikuti ekstrakurikuler drum band selama hampir dua tahun.

“Stefano ingin ikut drum band sejak sebelum masuk sekolah. Di TK ini, ia rutin latihan setiap hari Selasa,” kata Diah. Ia mendukung penuh minat anaknya, terlebih Stefano memiliki cita-cita menjadi polisi atau tentara.

“Kami selalu memberi motivasi agar dia semangat, tekun belajar, dan tetap latihan di rumah. Semoga bisa mewujudkan cita-citanya,” tambahnya.

Dinas Pendidikan Apresiasi Acara Ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi dan misi kota serta program unggulan “Magelang Bergaung” yang bertujuan untuk meningkatkan citra kota.

“Pesertanya ada 22 grup, luar biasa. Mudah-mudahan bisa menginspirasi sekolah lain. Ini bukan hanya kompetisi, tapi proses pembentukan karakter,” ujar Nurwiyono.

Ia menilai bahwa penampilan anak-anak kali ini sangat membanggakan. “Anak-anak sekarang cepat belajar. Penampilan mereka bagus-bagus. Disiplin, gotong royong, kerja sama, semua ada dalam drum band,” tambahnya.

Nurwiyono juga membuka peluang agar kompetisi ini masuk sebagai agenda resmi Piala Walikota. “Saya kira sangat bisa. Tinggal berkolaborasi dengan OPD terkait seperti Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata atau Dinas Pendidikan,” jelasnya.

PWI: Ajang Kolaborasi untuk Membangun Kota

Dari pihak penyelenggara, Asef F. Amani, mewakili Ketua PWI Kota Magelang, menyebut drum band competition ini lebih dari sekadar lomba. “Drum band hari ini menggambarkan kolaborasi nyata: ada pelatih, peserta, pendamping, penyelenggara, ruang publik, dan dukungan masyarakat. Ini miniatur pembangunan Kota Magelang,” tuturnya.

Ia menegaskan komitmen PWI untuk tetap menjadi bagian dari ekosistem pembangunan melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif. “Kami akan terus mendukung program pemerintah, termasuk pembinaan generasi muda lewat olahraga, seni, dan kreasi,” ujarnya.

Dengan sorak sorai penonton yang tak pernah berhenti sepanjang acara, Drum Band Competition 2025 ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi momentum pembinaan karakter, ruang ekspresi anak-anak, serta bukti bahwa Kota Magelang terus bergaung lewat kreativitas generasi mudanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *