Penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama untuk Heri Sunarto
Heri Sunarto, lulusan Teknik Mesin angkatan 89 Institut Teknologi Bandung (ITB), menerima penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Penghargaan ini diberikan karena kontribusi signifikan Heri dalam pengembangan pertanian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah mengembangkan enam inovasi di bidang pertanian berkelanjutan dengan pendekatan industri. Inovasi tersebut mencakup berbagai aspek seperti vertical farming atau kebun bertingkat, peternakan ayam, kegiatan pertanian tanaman, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan sapi dan kerbau, peternakan sapi dan kerbau, serta pertanian terintegrasi melalui pengelolaan limbah berbasis simbiosis mutualisme.
Petani Inovatif
Heri Sunarto dikenal sebagai salah satu petani inovatif yang berhasil menerapkan konsep pertanian terpadu berbasis zero waste pada lahan yang sebelumnya kurang produktif. Ia menggabungkan berbagai komponen agrikultur seperti tanaman pangan, hortikultura, ternak, dan perikanan dalam satu sistem pertanian terpadu. Hasilnya adalah produksi yang efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, Heri juga menerapkan integrated farming dalam konteks urban farming. Pendekatan ini sangat relevan di tengah tantangan krisis lahan yang semakin mengkhawatirkan. Metode yang dikembangkan oleh Heri selaras dengan berbagai kajian ketahanan pangan yang melibatkan akademisi dan praktisi pertanian, termasuk institusi pendidikan seperti ITB.
Gabungkan Ilmu dan Teknologi
Tidak hanya menerapkan ilmu teknik mesin, Heri juga menggunakan pendekatan dari ilmu farmasi dan mikrobiologi. Misalnya, ia menggunakan mikroba mikroorganisme pakan ikan dan pupuk yang ramah lingkungan. Salah satu contoh solusi yang ia kembangkan adalah konsep vertical farming terpadu.
Dalam sistem ini, lahan paling atas dimanfaatkan untuk menanam komoditas hortikultura seperti cabai dan jahe. Di bawahnya dibangun kandang ayam. Kotoran ayam ditampung di lapisan paling bawah untuk dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai pakan unggas dan ikan.
Limbah tersebut diolah melalui kolam mina yang berfungsi sebagai “pabrik pupuk organik”. Proses ini menggunakan bahan baku, tenaga kerja, dan proses yang tersedia secara alami, bekerja sepanjang waktu secara efektif.
Sistem Pertanian yang Efisien dan Berkelanjutan
Dengan inovasi-inovasi yang dikembangkannya, Heri berhasil menciptakan sistem pertanian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pengembangan pertanian dan perkebunan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Melalui pendekatan yang terpadu dan inovatif, Heri Sunarto menjadi contoh yang baik bagi para petani dan pelaku pertanian di Indonesia. Kontribusinya memberikan harapan baru dalam upaya membangun ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan