Anggaran Bencana Pangandaran: Rp 270 Juta untuk 2025, 2026 Masih Tidak Jelas

Anggaran Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pangandaran

Dalam upaya menghadapi berbagai bencana alam yang sering terjadi, pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran terus berupaya mempersiapkan anggaran dan langkah-langkah mitigasi. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana pada tahun 2026.

Anggaran Tahun 2025

Meski demikian, untuk tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran telah menyiapkan dana sebesar Rp 270 juta. Dana tersebut digunakan khusus untuk penyediaan logistik sebagai buffer stock. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat segera mendapatkan bantuan ketika terjadi bencana.

Selain itu, Biaya Tak Terduga (BTT) juga disiapkan sebagai cadangan dalam situasi darurat. Dalam kondisi tertentu, anggaran yang tersedia bisa dialihkan ke BTT jika diperlukan. Menurut Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, meskipun saat ini tidak ada anggaran khusus untuk BTT, namun hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan di masa depan.

Perbaikan Bangunan yang Terdampak Bencana

Sejauh ini, tercatat ada tujuh bangunan rumah yang terdampak bencana longsor dan pohon tumbang. BPBD telah mengusulkan perbaikan kepada Dinas PUPR. Proses perbaikan ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Peran Pemerintah Daerah

Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, menyatakan bahwa penanggulangan bencana alam di wilayahnya sudah dianggarkan. Meskipun begitu, ia mengaku tidak ingat secara pasti jumlah anggarannya. Namun, ia menegaskan bahwa anggaran tersebut sudah dipersiapkan sebagai bagian dari rencana pemerintah daerah.

Kekhawatiran Warga

Di Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, seorang warga bernama Supriatin (50 tahun) mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu kini sudah surut. Namun, kekhawatiran akan kembali terjadinya banjir tetap ada. Banjir sering terjadi setiap tahun akibat luapan sungai Citanduy.

Supriatin menjelaskan bahwa masyarakat di sana sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Ia menambahkan bahwa banjir hanya terjadi jika curah hujan cukup tinggi. Jika hujan tidak lebat, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi banjir lagi.

Kesimpulan

Kabupaten Pangandaran terus berupaya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana alam. Dari segi anggaran, pemerintah daerah sudah menyiapkan dana untuk kebutuhan darurat. Selain itu, proses perbaikan infrastruktur juga dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Meski begitu, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti kekhawatiran akan banjir yang terjadi rutin setiap tahun. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah lebih lanjut, baik dalam bentuk mitigasi maupun peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *