Kebijakan Refund dan Reschedule untuk Pengguna Jasa ASDP
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan kemudahan bagi para penumpang yang melakukan perjalanan melalui jalur Sumatera–Jawa–Bali. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Januari 2026. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, terlebih saat musim hujan memasuki puncaknya.
Tindakan Pencegahan Cuaca Ekstrem
Beberapa waktu lalu, operasional di Pelabuhan Merak, Banten, mengalami gangguan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Untuk menghindari risiko yang lebih besar, ASDP mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menyesuaikan pola operasional secara dinamis. Hal ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan KSOP dan BPTD. Penyesuaian ini mencakup perubahan jadwal keberangkatan hingga kemungkinan penundaan keberangkatan.
Di darat, pengaturan lalu lintas diperkuat untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan penumpang. Selain itu, optimalisasi kantong parkir dan pengendalian kepadatan kendaraan juga dilakukan guna meminimalisir kemacetan.
Fleksibilitas Layanan Bagi Penumpang
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyampaikan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas layanan kepada penumpang. Dengan adanya kebijakan refund dan reschedule, penumpang dapat menyesuaikan perjalanan mereka sesuai dengan kondisi cuaca yang sedang berlangsung.
“ASDP memberikan fleksibilitas layanan melalui kebijakan refund sebesar 25 persen dan reschedule sebesar 10 persen lewat aplikasi Ferizy. Hal ini memungkinkan perjalanan disesuaikan dengan situasi yang ada,” ujarnya.
Perkiraan Cuaca dan Dampaknya
Berdasarkan prakiraan BMKG pada periode 25–31 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam masa puncak musim hujan. Penguatan Monsun Asia dan gangguan tropis di selatan turut memengaruhi kondisi cuaca. Kecepatan angin di Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali diperkirakan berkisar antara 14–16 knot, dengan hembusan mencapai 25–30 knot. Tinggi gelombang signifikan berkisar antara 1,2–1,6 meter dan bisa meningkat secara fluktuatif.
Kondisi ini berdampak pada sejumlah kapal penyeberangan, termasuk KMP Rishel milik PT Surya Timur Lines dan KMP Dorothy milik Damai Lintas Bahari. Cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi stabilitas pelayaran dan keamanan muatan.
Imbauan untuk Masyarakat
ASDP mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Informasi terkini dapat diakses melalui beberapa saluran, seperti Contact Center 021-191, situs www.ferizy.com, Instagram @asdp191, atau WhatsApp 0811-1021-191.
Dengan kesiapsiagaan dan sinergi lintas pemangku kepentingan, ASDP menegaskan komitmen untuk menjaga layanan penyeberangan tetap aman, andal, dan berkelanjutan di tengah tantangan cuaca ekstrem. Hal ini bertujuan agar perjalanan masyarakat tetap lancar dan nyaman.
Tinggalkan Balasan