Antisipasi Keracunan, Wali Kota Tangsel Minta Dinas Kesehatan Perketat Pengawasan MBG

Peneguhan Kewaspadaan terhadap Keracunan Makanan di Tangerang Selatan

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menekankan pentingnya pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dalam mencegah terjadinya kasus keracunan makanan di wilayahnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak ada kejadian serupa yang terulang kembali.

“Untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi keracunan, saya sudah meminta Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan melakukan monitoring secara berkala. Selain itu, juga dilakukan uji laboratorium sepanjang diperlukan,” ujar Benyamin Davnie saat dihubungi, Rabu (1/10/2025).

Selain itu, Wali Kota juga menekankan tentang kebersihan dapur dan pentingnya makanan dicicipi terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Ia menilai bahwa hal ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

“Harus wajib menjaga higienis dapur. Kalau perlu dicicipi dulu, ada tim higienis atau juru masak yang mencobanya sebelum makanan didistribusikan,” tambahnya.

Hingga saat ini, Benyamin mengklaim belum mendapatkan laporan resmi terkait keracunan di Setu, Tangerang Selatan. Menurutnya, penanganan langsung dilakukan oleh Badan Gizi Nasional.

“Belum ada laporan, karena itu langsung ditangani oleh BGN dan sebagainya,” pungkasnya.

Langkah-langkah Pencegahan yang Dilakukan

Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menghadapi potensi keracunan makanan:

  • Peningkatan Pengawasan: Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan diminta untuk melakukan pemantauan rutin terhadap tempat-tempat penyedia makanan, terutama di sekolah-sekolah dan pusat-pusat layanan makanan umum.
  • Uji Laboratorium: Jika diperlukan, sampel makanan akan diuji di laboratorium untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya atau kontaminasi yang terjadi.
  • Kebersihan Dapur: Seluruh pelaku usaha makanan diwajibkan menjaga kebersihan dapur sesuai standar kesehatan. Hal ini termasuk pembersihan alat masak dan bahan-bahan makanan.
  • Cek Rasa Sebelum Didistribusikan: Tim higienis atau juru masak harus mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada konsumen. Ini bertujuan untuk memastikan rasa dan kualitas makanan tetap terjaga.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Keracunan

Selain tindakan dari pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam mencegah terjadinya keracunan makanan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat:

  • Meningkatkan Kesadaran Higiene: Setiap individu harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, terutama saat menyiapkan atau mengonsumsi makanan.
  • Melaporkan Kecurigaan: Jika ada indikasi makanan tidak aman atau mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
  • Menghindari Konsumsi Makanan yang Tidak Terjamin Keamanannya: Masyarakat disarankan untuk memilih tempat makan yang memiliki sertifikasi keamanan pangan dan menjaga pola hidup sehat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan sehat dalam hal penyediaan makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *