Apple Mendorong Pengguna iPhone untuk Segera Memperbarui ke iOS 26
Apple, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia, mengimbau ratusan juta pengguna iPhone di seluruh dunia untuk segera melakukan pembaruan sistem operasi ke versi terbaru, yaitu iOS 26. Perusahaan menegaskan bahwa pengguna yang masih menggunakan iOS 18 tidak lagi memadai dalam melindungi perangkat modern mereka. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap munculnya ancaman baru berupa spyware yang secara khusus menargetkan perangkat lunak lama.
Pengumuman ini datang setelah Apple menghentikan rilis pembaruan iOS 18 pada Desember lalu. Keputusan tersebut secara efektif mengakhiri dukungan keamanan bagi perangkat yang kompatibel dengan sistem operasi terbaru. Para analis industri memprediksi dampak dari kebijakan ini cukup besar. Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah iPhone yang mampu menjalankan iOS 26 belum melakukan pembaruan. Hal ini berarti ratusan juta perangkat di seluruh dunia berada dalam risiko keamanan data yang serius.
Serangan siber terkini diketahui mengeksploitasi celah keamanan pada arsitektur perangkat lunak lama. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengurangi risiko adalah bermigrasi ke iOS 26 yang telah dilengkapi dengan patch keamanan berkala. Bagi pengguna yang sudah menjalankan versi iOS 26.2, posisi keamanan perangkat dinilai jauh lebih baik. Namun, bagi perangkat lawas yang tidak kompatibel dengan sistem baru, penggunaan iOS 18.7.3 disarankan sebagai standar keamanan minimal.
Sebelumnya, Apple menerapkan strategi transisi saat peluncuran awal iOS 26 pada September lalu. Pada masa itu, perusahaan masih merilis pembaruan untuk iOS 18, seperti iOS 18.7, bersamaan dengan perbaikan untuk sistem operasi yang lebih baru. Namun, strategi tersebut berubah total pada akhir tahun lalu. Apple menghentikan rilis umum iOS 18 untuk perangkat yang kompatibel dengan iOS 26, yaitu iPhone 11 dan model yang lebih baru.
Saat ini, pembaruan keamanan untuk iOS 18 hanya tersedia eksklusif bagi perangkat lawas yang tidak dapat ditingkatkan ke iOS 26. Perangkat tersebut antara lain iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Selain pembaruan perangkat lunak, aspek teknis lain yang penting dalam menjaga keamanan perangkat adalah proses reboot atau mematikan dan menyalakan ulang perangkat. Proses instalasi iOS 26 secara otomatis memaksa perangkat melakukan reboot, yang dinilai sangat penting bagi keamanan.
Badan keamanan siber global, termasuk ANSSI di Prancis dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, merekomendasikan pengguna untuk mematikan ponsel cerdas setidaknya sepekan sekali. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan semua proses yang berjalan di memori perangkat. Pemutusan proses ini bisa memutus rantai eksekusi bentuk-bentuk spyware non-persisten tertentu yang mungkin menyusup.
Bagi pengguna yang belum melakukan pembaruan, Apple menyarankan untuk segera melakukan pencadangan data guna melindungi informasi korporat maupun pribadi. Pengguna dapat memeriksa ketersediaan pembaruan melalui menu Pengaturan, kemudian memilih opsi Umum dan Pembaruan Perangkat Lunak. Jika tersedia, pengguna diminta menekan opsi “Unduh dan Instal” untuk memastikan proteksi perangkat.
Tinggalkan Balasan