Apresiasi DPRD Jabar: Kades Pangauban Bangun Desa Tanpa Beban Anggaran Negara

Kiprah Kepala Desa Pangauban yang Menginspirasi

Kiprah Kepala Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Asep Feri terus mencuri perhatian publik. Seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil XIV Garut, H. Dede Kusdinar, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan oleh kades muda tersebut.

Menurut Dede, Asep Feri berhasil meningkatkan citra Desa Pangauban ke level daerah hingga nasional tanpa harus mengandalkan dana pemerintah maupun pungutan dari masyarakat. Ini dianggap sebagai prestasi yang luar biasa.

“Saya pernah menjadi kepala desa Pangauban selama tiga periode, dan apa yang saya cita-citakan dulu kini diteruskan dengan sangat baik oleh Asep Feri. Beliau membuktikan bahwa Desa Pangauban bisa lebih maju dan mandiri,” ujar Dede Kusdinar di Garut, Sabtu (23/8/2025).

Desa Tertua dengan Segudang Prestasi

Desa Pangauban bukanlah desa biasa. Berdiri sejak tahun 1928, desa ini tercatat sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Garut. Dalam perjalanan sejarahnya, Pangauban berulang kali menorehkan prestasi, bahkan hingga tingkat nasional.

“Pangauban ini desa dengan akar sejarah yang kuat, bahkan lebih tua dari kemerdekaan bangsa. Prestasinya juga sudah sampai ke tingkat nasional. Estafet kepemimpinan berjalan baik, dan Asep Feri melanjutkan dengan gebrakan yang lebih segar,” tambah Dede.

Gelar Event Tanpa Anggaran Pemerintah

Salah satu terobosan Asep Feri yang mendapat sorotan adalah kemampuannya menyelenggarakan berbagai kegiatan besar tanpa menggunakan APBD, dana desa, maupun iuran masyarakat. Semua biaya justru ditanggung dari dana pribadinya.

Beberapa event telah sukses digelar, mulai dari turnamen olahraga hingga kegiatan sosial. Tahun ini, Desa Pangauban menggelar Turnamen Bola Voli “Sapi Cup” dengan hadiah utama seekor sapi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Jawa Barat.

“Turnamen itu bukan hanya hiburan, tapi bukti nyata komitmen kepala desa membangun kebersamaan warga. Hadiah sapi itu unik dan membanggakan, apalagi semua dananya murni dari beliau pribadi,” jelas Dede.

Hadiah Umrah dari Kantong Pribadi

Lebih dari sekadar olahraga, Asep Feri juga memberikan hadiah umrah bagi warganya. Tercatat sembilan orang telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh sang kepala desa.

“Jarang sekali ada kepala desa yang rela mengeluarkan dana pribadi demi kesejahteraan warganya. Memberangkatkan warga umrah itu bukan hal kecil, dan Asep Feri sudah membuktikan kepeduliannya,” tutur Dede.

Pangauban Jadi Simbol Kemandirian Desa

Berkat terobosan ini, citra Desa Pangauban kini semakin terangkat. Dari desa yang dulu masuk kategori tertinggal, kini berubah menjadi desa mandiri dengan identitas baru: kreatif, solid, dan inovatif.

“Yang paling penting, Asep Feri tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Ia membawa spirit baru. Pangauban sekarang identik dengan kreativitas, solidaritas, dan kemandirian. Ini sejalan dengan semangat sauyunan atau kebersamaan dalam budaya Sunda,” ucap Dede.

Harapan untuk Estafet Kepemimpinan

Sebagai mantan kepala desa yang dulu mengantarkan Pangauban meraih prestasi nasional, Dede berharap estafet kepemimpinan tetap terjaga dengan baik.

“Syukur alhamdulillah, sekarang Desa Pangauban semakin maju. Saya berharap kepemimpinan yang inovatif ini bisa terus berlanjut. Dengan semangat gotong royong, Pangauban bisa jadi contoh bagi desa-desa lain di Garut, bahkan Jawa Barat,” pungkasnya.

Kini, Desa Pangauban bukan hanya dikenal karena sejarah panjangnya, tetapi juga karena terobosan kepemimpinan muda yang membawa warna baru. Jalan santai berhadiah umrah hingga turnamen voli berhadiah sapi menjadi bukti bahwa inovasi bisa lahir dari desa, tanpa harus membebani anggaran negara maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *