Aqub Sang Kades,Diduga Arogan. Rakor Desa Gadon Tanpa Solusi

Ilustrasi Gambar

Blora : Audensi sekaligus Rapat Kordinasi Desa(Rakordes) bersama Aqub Kepala Desa Gadon, Cepu Blora, didampingi Babinsa, Babinkamtibmas,  tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda dan Petinggi lainnya besarta warga setempat, pada Kami malam,  27/11/2025. Sepertinya berjalan cukup alot.

Dalam acara tersebut membahas terkait keinginan Pemdes untuk mendirikan gedung kegiatan KDMP ( Koperasi Desa Merah Putih ) di lapangan olahraga Futsal, yang diduga tanpa melalui proses musyawarah mufakat dengan tokoh masyarakat, khususnya tokoh Pemuda yang sangat berafiliasi dengan kegiatan olah raga dan kepemudaan di desa Gadon

Pasalnya, menurut para warga, khususnya di kalangan Pemuda, lapangan Futsal itu, diakui tidak diakui sudah menjadi icon dan merupakan kebanggan masyarakat Gadon

Selain itu, lapangan futsal tersebut adalah satu satunya yang menjadi sarana olahraga pemuda dan para warga Desa Gadon. Dan sudah bertahun tahun lamanya, merupakan satu satunya milik Desa kebanggan masyarakat Gadon.

“Kami sangat menyayangkan sikap Kepala Desa yang terkesan arogan. Seharusnya sebagai seorang Kepala Desa, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi dan koordinasi, baik itu kepada karang taruna, ataupun masyarakat umum. Bukah mengambil kebijakan sendiri, untuk membangun Kantor Koperasi Desa Daerah Putih, di lapangan Futsal, tanpa proses musyawarah dengan kami,” protes Eric salah satu tokoh pemuda Gadon Rabu ( 26/11/25 )

Erick Dwi Djayanto Toko Pemuda Desa Gadon

” Masalahnya masih banyak tanah bengkok milik Desa yang bisa dialokasikan untuk pendirian Gedung KDMP, kenapa harus di lapangan futsal yang sudah bertahun tahun dimanfaatkan untuk masyarakat sebagai sarana olahraga !??” Tambah Erick.

Juga dari salah satu tokoh masyarakat Desa Gadon, Kecamatan Cepu berinisial Ginanto, melontarkan unek uneknya, pada acara tersebut.

Menurutnya, lapangan Futsal Desa Gadon, merupakan fasilitas umum dan juga tempat bagi anak muda Desa Gadon, selain berolah raga, sebagai tempat kegiatan tempat pengembangan bakat.

“Rencana pembangunan Kantor KDMP apabila tetap di lapangan Futsal ini, tentu sangat merugikan masyarakat dan terutama ditingkat kalangan pemuda yang ada di desa, karena lapangan Futsal itu adalah satu-satunya fasilitas olahraga yang kami miliki di Desa ini, karena sarana tersebut menghidupkan suasana Desa”papar Ginanto.

“Masyarakat tidak pernah menolak ataupun melarang semua program pemerintah. Karena kami yakin semua program pemerintah pada intinya juga untuk kepentingan masyarakat, selama peogram itu tidak meniadakan fasilitas yang ada,” tambahnya

Mungkin karena masukan Ginanto, sepertinya tidak mendapat respons positip dari sang Kepala Desa, tanpa basa basi Ginanto langsung undur diri dan diikuti sebagian para pemuda yang lainnya.

Sejenak suasana pertemuan hampir memanas dan tidak kondusif, namun atas kesadaran peserta keadaan akhirnya tetap bisa dikendalikan.

Rupanya sikap Ginanto dan kawan kawan,diduga mengusik mental Kepala Desa.Sehingga secara respek ia mengatakan, bahwa mengenai sosialisasi dan pemberitahuan sudah di lakukan sesuai prosedur.

“Tapi setiap kali ada undangan rapat, selalu sedikit yang hadir.Sementara yang gak hadir, ada saja alasan yang disampaikan kepada kami,”tuturnya

” Jadi pihak Pendes bukan tidak transparan, karena setiap musdes selalu kami undang, tapi sedikit yang hadir. Dan bagi mereka yang gak bisa hadir, ada saja alasan yang disampaikan. Dugaanku, dan mereka sebenarnya bukan tidak tahu, tapi memang mereka hanya pura pura saja tidak tahu, “serang balik Agub.

Selanjutnya, untuk menengahi persoalan yang ada, Nurul Yusuuf Ketua BPD Desa Gadon, memberikan statement

” Kalau sudah seperti ini, mohon pak Babin untuk dipending dulu rencana pembangunan Gedung KDMP untuk Desa Gadon, dan dikonfirmasikan dulu ke atasan, bahwa bangunn kantor Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP) lahan tanahnya masih bermasalah,” Ujar Nurul Yusuf Ketua BPD Desa Gadon, Kecamatan Cepu.

Peserta Rakordes yang tersisa, akhirnya menyetujui, pertemuannya diakhiri. Meski tidak mendapatkan solusi yang diharapkan.

Terpisah, Eric Dwi Djayanto tokoh Pemuda Desa Gadon, membantah penyataan Aqub Kades Desa Gadon, bahwa rencana pembangunan KDMP telah ada pemberitahuan.Namun secara pribadi dia, tidak menutup kemungkinan untuk menolak dibangunnya Tempat Kegiatan KDMP. Asalkan ada solusi.
” Jika lapangan futsal jadi dipindah ke mana pun saja, umpama di Sendang, Harus ada surat tertulis resmi dari pihak Pemdes,” tegasnya.***

Ditulis kembali & Editor : Kang Ajas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *