Asosiasi Pengusaha Teknologi: Isu Penghilangan Data di Terra Drone Belum Terbukti

Penjelasan Ketua Umum Aptiknas Mengenai Isu Sabotase dalam Kebakaran Gedung PT Terra Drone

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas), Soegiharto Santoso, memberikan pernyataan terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan sabotase dalam kebakaran gedung PT Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025. Isu tersebut muncul setelah muncul narasi yang menyebut bahwa gedung tersebut digunakan sebagai tempat untuk menghilangkan data sawit atau barang bukti penting dalam sebuah perkara hukum.

Soegiharto menegaskan bahwa tuduhan penghilangan data tersebut belum memiliki bukti nyata dan hanya sebatas spekulasi. Ia menekankan bahwa informasi seperti ini bisa membentuk opini publik yang tidak akurat. “Itu (penghilangan data) juga belum tahu kan,” ucapnya saat diwawancarai di Intercontinental Hotel, Bandung, pada 15 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa isu tersebut dibuat dengan niat tertentu, meskipun belum ada bukti yang mendukungnya. Menurutnya, informasi yang belum teruji kebenarannya dapat merusak citra dan reputasi perusahaan serta individu yang terlibat.

Kritik terhadap Etika Media Sosial

Sebagai ketua organisasi pengusaha IT, Soegiharto merasa bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menilai bahwa penggiringan opini semacam ini sangat berbahaya bagi iklim usaha di Indonesia.

Selain itu, ia juga mengkritik perilaku di media sosial yang sering kali melanggar etika dengan mempublikasikan identitas pribadi pengusaha secara terbuka. Menurutnya, menampilkan foto, nama, hingga besaran profil bisnis seseorang tanpa bukti yang jelas sangat merugikan para pengusaha.

“Secara etika tidak boleh. Di media sosial, foto, nama, perusahaan, hingga ukuran bisnisnya ditampilkan semua, padahal belum tentu benar. Masyarakat langsung menanggapinya sebagai kebenaran, padahal itu sangat merugikan sekali bagi pengusaha,” kata dia.

Harapan untuk Media Massa

Soegiharto berharap media massa dapat menjadi penyeimbang dengan meredam spekulasi liar, bukan justru memperkeruh suasana. Ia mendesak agar semua pihak menghormati proses hukum dan tidak mendahului kerja aparat penegak hukum.

“Saya berharap teman-teman media membantu meredam. Jangan sampai isu yang belum tentu benar sudah diviralkan ke mana-mana. Mari kita koreksi bersama dan tunggu pembuktian yang nyata dari penegak hukum yang bekerja secara profesional,” tambahnya.

Tindakan yang Diharapkan

Dalam kesempatan ini, Soegiharto menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan media. Ia berharap masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak jelas sumbernya.

Ia juga menyarankan agar media dan masyarakat saling bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan transparan. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan bermanfaat tanpa terjebak dalam spekulasi yang tidak berdasar.

Kesimpulan

Isu tentang dugaan sabotase dalam kebakaran gedung PT Terra Drone masih memerlukan investigasi lebih lanjut. Sampai saat ini, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan media untuk tetap objektif dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat hukum. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak jelas sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *